
SITUBONDO (20/2) Habib DR Salim Segaf Al-Jufri, Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (MS PKS), rabu malam menghadiri Haul ke-7 KH Achmad Sufyan Miftahul Arifin di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Panji, Situbondo, Jawa Timur.
Dalam Haul tersebut, putra KH Achmad Sufyan yakni KH Zaki Abdullah, menyampaikan bahwa semasa hidup, Kyai Sufyan senantiasa peduli terhadap permasalahan bangsa. Misalnya ketika terjadi krisis tahun 1998, Kyai Sufyan menggagas Forum Langitan agar para Kyai bisa membimbing umat keluar dari krisis. Juga mendorong agar Gus Dur berperan menjadi Kyai Wahab yang bisa diterima berbagai kalangan. Hingga akhirnya Gus Dur menjadi Presiden. Ra Zaki, panggilan KH Zaki, juga menuturkan bahwa kepedulian Kyai Sufyan pada urusan politik adalah untuk kemaslahatan umat. Pilihan politik Kyai Sufyan didasarkan pada sosok terbaik untuk ummat saat itu. Meskipun, misalnya, ybs. kurang memiliki sumber daya finansial maupun kurang dikenal.
Satu ketika menjelang wafat, tutur Ra Zaki, Kyai Sufyan minta agar mobilnya yang baik-baik saja diganti cat nya berwarna merah. Setelah akhirnya terwujud, beliau menyampaikan makna dibalik warna merah tersebut. “mon malem peteng, mon siang terak,” ujar beliau kala itu dalam bahasa Madura. “Kalau malam gelap, kalau siang terang”. Demikian salah satu prinsip beliau. Tidak pernah di wilayah abu-abu. Tegas dan konsisten di satu wilayah pilihan.
Maka tak heran, ujar Ra Zaki, jika pengajian dan pondok Kyai Sufyan banyak dihadiri oleh para pejabat pemerintah dan politisi. Sebab Kyai Sufyan memang peduli kepada urusan umat.
Dalam kesempatan tersebut hadir Calon Wakil Presiden (Cawapres) no urut 2 yakni Sandiaga Salahudin Uni, atau biasa dipanggil Sandi Uno. Sandi menyampaikan terima kasih atas kesempatan hadir dan bertemu dengan para kyai, habaib, dan ribuan warga peserta Haul. Meneladani Kyai Sufyan, Sandi menyampaikan “Saya juga ingin menerapkan politik yang apa adanya. Bukan ada apanya. Nama saya Sandiaga, bukan Sandiwara,” ujar Sandi disambut tawa para hadirin.
Habib Salim Segaf dalam kesempatan memberikan sambutan dan do’a, mengajak hadirin untuk memilih pemimpin yang cinta pada Allah, cinta pada Rasulullah SAW, dan cinta pada rakyatnya. “Pak Sandi sudah keluar masuk pesantren di seluruh Indonesia, insya’Allah mendapatkan barokah sebagai wakil presiden,” ujar Habib Salim.
Habib Salim juga menyampaikan bahwa bangsa ini berdiri dan bisa eksis atas peran para Ulama’. Para Kyai. “Sebagaimana tadi disampaikan peran Kyai Sufyan dalam menjaga bangsa ini. Maka kita harus selalu membela dan mendengarkan arahan para Ulama’. Para Kyai. Termasuk ketika bangsa ini membutuhkan perubahan. Siap melakukan perubahan?” tanya Habib Salim yang dijawab “siap” oleh para hadirin.
Acara Haul juga diisi dengan Tausiyah oleh KH Kholil As’ad Syamsul Arifin. Dalam tausiyahnya beliau mengajak untuk meneladani Nabi Muhammad SAW melalui sifat-sifatnya yang shiddiq, amanah, tabligh, fathonah. “Shiddiq artinya jujur, tidak ingkar terhadap janji. Fathonah artinya cerdas, pintar, bukan pintar menipu,” demikian antara lain yang disampaikan pengasuh Pondok Pesantren Walisongo, Mimbaan, Situbondo ini.
Acara ditutup dengan do’a oleh KH Fadlurrahman Zaini, Mursyid Thariqah Naqsabandiyah Ahmadiyah.









