Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, bertemu dengan jajaran pengurus Sahabat Migran Indonesia (SMI) pada Sabtu, 28 Februari 2026, di Kabupaten Madiun. Pertemuan ini menjadi momentum konsolidasi isu ketenagakerjaan sekaligus penguatan sinergi antara PKS dan komunitas pekerja.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris, Muhamad Syadid, Ketua Bidang Tenaga Kerja (Bidnaker) DPW PKS Jawa Timur, Zainul Arifin, beserta jajaran pengurus Bidnaker, pengurus DPD PKS Kabupaten Madiun, serta aktivis serikat pekerja.
Dalam sambutannya, Bagus menegaskan bahwa isu ketenagakerjaan bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan menyangkut keadilan sosial dan masa depan politik.
“Jawa Timur adalah provinsi dengan jutaan pekerja dari sektor industri, pelabuhan, pertanian, perikanan hingga UMKM. Di tangan merekalah denyut ekonomi bergerak. Karena itu, membela tenaga kerja bukan pilihan, tetapi kewajiban moral dan politik,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa PKS harus hadir sebagai rumah perjuangan pekerja. Menurutnya, partai tidak boleh hanya menjadi penonton ketika muncul persoalan upah, PHK massal, sistem outsourcing yang tidak adil, maupun lemahnya perlindungan jaminan sosial.
“Kita harus menjadi bagian dari solusi. PKS harus siaga membaca arah kebijakan nasional dan global, berani menyuarakan keadilan meski tidak populer, dan setia kepada kepentingan rakyat kecil,” ujar Bagus.
Dalam konteks politik ke depan, ia juga mengingatkan bahwa PKS telah menetapkan target legislatif dan eksekutif di tingkat pusat, provinsi, maupun 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Untuk itu, diperlukan kolaborasi seluruh bidang, termasuk Bidang Tenaga Kerja, dalam menyukseskan program prioritas partai sesuai tahapan yang telah ditetapkan dalam rencana strategis.
Bagus mendorong agar Bidang Tenaga Kerja tidak hanya bergerak dalam forum diskusi, tetapi mengambil langkah nyata. Di antaranya konsolidasi jaringan buruh di setiap daerah, pendampingan advokasi hukum bagi pekerja yang terdampak kebijakan tidak adil, pendidikan politik bagi komunitas pekerja, serta menyiapkan kader-kader kompeten di bidang ketenagakerjaan untuk duduk di legislatif.
“Kebijakan lahir dari kekuasaan, dan kekuasaan lahir dari dukungan rakyat. Jika kita konsisten membela pekerja hari ini, insyaAllah pekerja akan bersama PKS esok hari,” katanya.
Ia berharap Bidang Tenaga Kerja menjadi salah satu pilar utama dalam penguatan basis sosial dan pemenangan politik PKS di Jawa Timur, dengan membangun hubungan yang tulus dan tidak transaksional.
Pertemuan bersama SMI tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dalam advokasi dan pemberdayaan pekerja, termasuk pekerja migran, demi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan yang lebih merata di Jawa Timur.{}









