Badan Ekonomi Kreatif (Boemkraf) DPW PKS Jawa Timur menggelar Pelatihan Artificial Intelligence (AI) untuk Generasi Z secara daring melalui Zoom pada Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program peningkatan kapasitas anak muda di bidang teknologi dan ekonomi kreatif.
Pelatihan itu mendatangkan seorang AI Certified Trainer, Tririan Arianto S.T sebagai nara sumber. Dalam kesempatan itu Tririan menegaskan bahwa memahami Artificial Intelligence (AI) hari ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Ia mencontohkan pengalamannya yang mampu menembus industri minyak dan gas meski berlatar belakang telekomunikasi karena menguasai AI.
“AI itu sangat powerful. Jangan tunggu peluang datang baru belajar. Justru kita harus siapkan skill secepatnya, karena ketika momentum itu muncul, yang siaplah yang akan dipilih,” ujarnya.
Sementara Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguasaan teknologi, khususnya AI, bukan lagi pilihan melainkan keharusan.
“Artificial intelligence bukan lagi cerita film fiksi. Hari ini AI sudah masuk ke ruang kelas, dunia bisnis, pelayanan publik, bahkan ke genggaman tangan kita semua. Kita tidak boleh hanya menjadi pasar, kita harus menjadi pemain. Kita tidak boleh hanya menjadi pengguna, kita harus menjadi pencipta,” tegasnya.
Menurut Bagus, negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang telah menjadikan AI sebagai tulang punggung kemajuan ekonomi dan pertahanan. Karena itu, generasi muda Jawa Timur harus siap mengambil peran strategis.
Ia juga mengaitkan pelatihan ini dengan slogan perjuangan PKS Jatim, “Siaga, Berani, Setia”. Siaga menghadapi perubahan zaman, berani berinovasi dan berkompetisi global, serta setia pada nilai moral dan integritas.
“AI adalah alat, tetapi nilai adalah arah. Teknologi tanpa moral bisa menyesatkan. Karena itu kuasai teknologinya, bangun karakternya, dan hadirkan solusi untuk masa depan,” pesannya.
Bagus berpesan bahwa teknologi harus digunakan secara bertanggung jawab, serta menghadirkan solusi nyata bagi sektor pertanian, nelayan, UMKM, dan pendidikan di Jawa Timur.
Ketua Bidang Pembinaan UMKM, Ekonomi Kreatif dan Koperasi (Boemkraf) DPW PKS Jatim, Wahyu Hermanto yang juga memberi sambutan, menjelaskan bahwa pelatihan AI ini merupakan bagian dari rangkaian pembinaan selama empat bulan ke depan.
“Setelah AI, kita akan lanjut belajar TikTok, Shopee, Instagram, dan digital marketing lainnya. Karena hari ini, kalau usaha tidak ada di internet, bisa dipastikan tidak akan bertahan lama,” ujarnya.
Wahyu menekankan bahwa era bisnis telah bergeser. Jika dahulu lokasi strategis seperti pasar dan pusat perbelanjaan menjadi kunci, kini pusat keramaian berada di internet dan media sosial.
“Kalau dulu orang kaya punya ruko di pusat kota, sekarang yang punya jutaan followers bisa menjual produknya ke jutaan orang. Tempat berkumpulnya manusia hari ini ada di HP,” katanya.
Ia juga membagikan pengalamannya membangun usaha sejak usia SMP hingga akhirnya sukses sebagai pengembang properti. Menurutnya, pelatihan seperti ini diharapkan mampu memperpendek proses belajar generasi muda agar lebih cepat sukses.
“Kalau mulai di usia 17 atau 20 tahun, insyaAllah di usia 22 atau 23 sudah bisa menjadi pengusaha muda sukses. Momentum Ramadan ini kita niatkan sebagai awal kebangkitan generasi digital yang berkarakter,” tuturnya.
Melalui pelatihan ini, Boemkraf PKS Jatim menargetkan lahirnya generasi Z yang tidak sekadar piawai membuat konten, tetapi mampu menciptakan inovasi dan solusi berbasis teknologi untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.{}









