Keyakinan Fahruddin, salah satu relawan PKS Jember tentang rezeki terbukti. Menurutnya, siapa yang membantu orang lain, akan dibantu Allah ta’ala. Selama 10 hari harus berjibaku menolong korban, meninggalkan keluarga dan menutup usaha yang menghidupinya, diganti seketika. Ia bahkan merasa pendapatan yang ia terima lebih besar.
Keyakinannya itu muncul dan menancap kuat di pikirannya, ia mengaku, karena banyak diskusi dengan senior-seniornya di PKS dalam pembinaan anggota yang ia ikuti sejak bergabung dengan PKS. “Guru-guru saya di PKS selalu meyakinkan tentang itu,” katanya.
Seperti yang diketahui bersama, menjadi relawan harus siap setiap saat ketika dibutuhkan. Menyiapkan waktu, pikiran dan tenaga dan dituntut siap selama 24 jam. Relawan juga harus rela meninggalkan orang-orang terdekat dan pekerjaannya untuk menolong orang lain yang kemungkinan besar tidak dikenal.
Hal itulah yang membuat Fahruddin sadar harus menutup sementara usaha potong rambut yang menghidupi diri dan keluarganya, sejak 2011 lalu. Ia harus rela kehilangan pendapatan dalam beberapa hari yang ia sendiri tidak mengetahui kapan ia bisa kembali pulang. Lagi-lagi, keyakinan yang menguatkannya.
Fahruddin bersama relawan yang lain sibuk mengambil bantuan logistik yang dikumpulkan PKS dan mengirim dan memastikan bantuan itu sampai ke korban bencana banjir Jember.

Sepulang dari kegiatan kemanusiaannya itu, ia baru memahami, bahwa keyakinannya itu terbukti. Di luar dugaan, tiba-tiba saja DPD PKS Jember menyiapkan “pelanggan” potong rambut untuknya, pada Kamis (28/1). Pelanggan dadakan itu sebenarnya relawan PKS Jember yang lainnya. Tarifnya, tidak ditentukan, seikhlasnya. Menurut pengurus DPD Jember, tujuannya untuk meringankan atau mengganti pendapatan Fahruddin yang tidak didapatkan saat ia menjadi relawan bencana.
“Alhamdulillah, pas saya intip, ada uang ratusan ribu, ada juga yang lima puluhan ribu. Ini jauh lebih banyak dari tarif yang biasanya saya terima,” katanya. Dalam usaha potong rambutnya, ia mengaku menarik tarif Rp. 7.000,- per orang. Sampai berita ini diturunkan, Fahruddin belum menghitung berapa jumlah uang yang ia dapat dari dari lapak potong rambut dadakannya itu. “Kayaknya sih banyak,” katanya sambil tertawa kecil.
Tak hanya itu, DPD PKS Jember juga memberi hibah sebuah sepeda motor untuknya. “Saya tidak menyangka diberi sepeda motor, masyaa Allah,” katanya. Selama ini bapak dua anak ini kesulitan saat ada kegiatan yang ada di kota.
“Saya memang punya sepeda motor, tapi suratnya mati. Jika ke kota, saya harus meminjam tetangga. Jadi hibah sepeda motor ini sangat berarti untuk saya. Untuk kegiatan partai atau mengajar kegiatan ekstra di sekolah,” aku pria 36 tahun ini.
Ia juga mengaku, sekonyong-konyong banyak rezeki datang. “Tiba-tiba saja ada teman memberi saya banyak produk obat herbal yang sudah terkenal mereknya, beliau mempersilakan saya menjualnya dan saya langsung jadi agen tanpa beli banyak produk, sebagai syarat menjadi agen,” akunya.
Tak hanya itu, ia baru-baru ini diundang ke rumah salah satu anggota DPRD PKS untuk memotong rambut salah satu anggota keluarga anggota dewan itu. “Saya diberi banyak sekali, mulai beras, kebutuhan pokok, dan ada amplopnya, masyaa Allah,” katanya lega.
Kini ia menjadi sangat yakin, siapa yang ingin ditolong Allah, harus menolong orang lain. “Saya semangat sekali sekarang, jika ada yang mengajak saya berangkat ke Kalimantan, saya pasti berangkat,” katanya yakin. (wir)









