Ada yang berbeda dalam kegiatan gowes yang dilakukan Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan bersama pengurus DPD PKS Blitar pada Rabu (7/4) kemarin. Rombongan gowes PKS mampir ke Sekretariat Komunitas Industri Kecil Menengah (IKM). Di tempat itu, para pelaku UMKM menitipkan aspirasinya kepada PKS untuk disampaikan ke pemerintah.
Nur Miati, Ketua IKM Blitar menyampaikan bahwa saat ini yang masih jadi kendala yang dialami anggota IKM di lapangan adalah pemasaran. “Untuk masalah produksi, in syaa Allah kami tidak masalah, sudah banyak pelatihan terkait dengan itu, tapi untuk menjual produk-produk, kami merasa masih sulit,” kata Mia, pengusaha Daff Kopi Shop ini.
Karenanya, Mia berharap permasalahannya disampaikan ke pemerintah bahwa IKM butuh campur tangan pemerintah untuk pemasaran produk.
“Jika misalnya ada toko oleh-oleh di setiap pintu masuk ke Blitar yang bisa kami titipi berbagai produk kami, sepertinya ini jadi salah satu solusi untuk kami,” kata Mia.
Selain itu, Mia mengusulkan adanya koperasi di kantor-kantor pemerintah yang bisa menampilkan berbagai produk IKM.
“Kami mohon, bawalah produk kami di mana-mana. Memang ada slogan ‘Bela-beli Produk Blitar, tapi rasanya masih sebatas slogan,” harap Mia.
Menanggapi itu, Irwan menyampaikan bahwa PKS akan mendorong pemerintah untuk terus mengayomi masyarakatnya. “Kami punya anggota dewan yang bisa menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah,” katanya. Ia kemudian menyarankan agar IKM mengirimkan surat secara resmi kepada DPRD untuk meminta hearing.
Sutoyo, anggota DPRD Blitar dari PKS membenarkan saran yang diberikan oleh Irwan untuk melakuakn hearing dengan DPRD.
“Dengan hearing, semua uneg-uneg bisa disampaikan, kami akan memperjuangkan setelahnya,” kata Sutoyo.
Meski demikian, ia juga menyarankan agar IKM bisa tampak berbagai gerakannya, membuat berbagai program yang menguatkan satu dengan yang lain.
Ia kemudian bercerita beberapa waktu lalu pelaku UMKM pernah ada yang diberi tempat untuk bisa menjual produknya. Tapi kesempatan itu, tidak digunakan dengan baik.
“Dulu pernah ada, pengusaha mebel. Sudah diberi tempat untuk memajang berbagai produknya tapi tidak dipakai. Akhirnya tempat itu dipakai untuk membuka warung. Tempatnya remang-remang lagi, akhirnya ditutup,” katanya.
Karenanya, Sutoyo menyarankan IKM harus sudah siap jika nantinya diberi kesempatan oleh pemerintah.
“Harapan njenengan, juga jadi harapan kami untuk mendorong pemerintah untuk mengayomi masyarakatnya. Kita yang bagian nyentil Bupati,” kata Yoto.
Di akhir kegiatan itu, Sovi, salah satu anggota IKM memberi pantun, “Jalan-jalan di negara Taiwan. Beli nasi di Kota Padang. Hari ini ketemu Bapak Irwan dan kawan-kawan. Alhamdulillah kami senang,” yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta lain.

Selain mengunjungi Komunitas IKM, peserta gowes juga mampir di alun-alun untuk membagi sarapan dan bingkisan Ramadhan. {}









