Hari ini, Selasa 1 Maret 2022, Harian Bangsa tepat berusia 22 tahun. Dalam kunjungannya, Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan berharap Harian Bangsa terus menjadi media yang aktif memberikan pendidikan politik ke masyarakat, serta tetap menjalin kemitraan dengan semangat transformasi dan kolaborasi.
Menurutnya, PKS dan Harian Bangsa punya kedekatan. Setiap tahun, Irwan menyampaikan selalu berkunjung saat hari ulang tahun Harian Bangsa. Selain itu, juga terjalin kemitraan melalui pemberitaan.
Selain itu, ia menjelaskan, sebagai partai politik dan media, PKS dan Harian Bangsa punya tugas yang sama, yaitu memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.
“Dengan pendidikan politik ini, masyarakat akan memahami pentingnya hak politik yang dimiliki. Karena semua kebijakan yang diambil pemerintah terkait dengan politik. Harga minyak goreng dan BBM juga terkait erat dengan politik. Masyarakat harus melek politik,” tegasnya.
Dalam kunjungannya ke kantor Harian Bangsa yang kini terletak di Jalan Cipta Menaggal 1 no 35 Surabaya ini, Irwan juga bertemu dengan Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Pengasuh Pondok Amanatul Ummah Pacet KH Asep Syaifuddin Chalim.
“Kiai, PKS Jatim ini ketuanya orang NU lho Kiai,” ujar Dahlan Iskan kepada Kiai Asep Syaifuddin Chalim yang kemudian berbalas senyuman dari Kiai Asep. “Saya mengucapkan bersyukur bisa bertemu dengan pak Dahlan dan Kyai Asep dalam kesempatan ini. Juga mengucapkan selamat atas anugerah yang disampaikan oleh Harian Bangsa. Menginspirasi”, ujar Kang Irwan.

Dalam kunjungan ke HUT Harian Bangsa, para tamu ditemui langsung oleh Komisaris Utama Harian Bangsa dan Bangsa Online M Masud Adnan.
Di momen itu Harian Bangsa memberikan yg penghargaan kepada Dahlan Iskan sebagai tokoh pers yang produktif menulis dan terbanyak pembacanya.
“Di Bangsa, satu tulisan Pak Dahlan ini, dibaca sekitar 50 ribu hingga 170 ribu pembaca. Padahal tulisan beliau ini ada di banyak media. Satu tulisan bisa jutaan yang membaca,” kata Mas’ud.
Tak hanya Dahlan, Harian Bangsa juga memberikan penghargaan kepada Pr Dr KH Asep Syaifuddin Chalim MA sebagai pemimpin visioner dan inspiratif. {}









