
SURABAYA, (18/12) Menjelang Hari Ibu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur pada Sabtu-Ahad, 17-18 Desember, melatih dan menerjunkan 125 Konselor Keluarga untuk melengkapi keberadaan Rumah Keluarga Indonesia di seluruh Jatim.
Bertempat di Hotel Tanjung Surabaya, selama 2 hari para peserta dilatih untuk dapat memberikan konseling kepada anggota keluarga yang bermasalah, baik itu suami, istri, maupun anak. Berbagai teknik dibahas dan disimulasikan dengan didampingi instruktur dari Psikiater dan Psikolog ahli.
Lilik Hendarwati, Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) PKS Jatim menyampaikan bahwa tujuan acara ini adalah membekali para aktivis Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang selama ini sering mendapati berbagai aduan permasalahan keluarga. “Mereka selama ini hanya berbekal niat baik saja membantu keluarga yg bermasalah menemukan jalan keluar. Harapannya dengan dilatih oleh para instruktur ahli, mereka punya bekalan ilmu agar lebih tepat dalam mendampingi keluarga yang memiliki masalah,” jelas Lilik.
Rumah Keluarga Indonesia (RKI) telah berdiri di seluruh kabupaten/kota di jatim. Di antara layanan yang diberikan adalah Sekolah Pra Nikah, Konseling Keluarga, Sahabat Putri, dan Parenting Club.
Lilik menambahkan bahwa permasalahan keluarga masih menjadi perhatian PKS di Jatim. Sebab, angka perceraian semakin tinggi, disertai permasalahan lain yang mengiringi seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), penyalahgunaan narkoba, dan kejahatan anak. “Miris melihat angka-angkanya terus naik. Awal 2016 saja angkanya sudah mencapai 90ribu lebih. Dan belum ada indikasi menurun. Karena itu PKS mencoba berpartisipasi mengatasi masalah sosial ini. Sebab kami masih yakin, bahwa Keluarga adalah arus utama pembangunan bangsa yang mesti diprioritaskan. Pemerintah Provinsi dan semua pihak mestinya punya concern yang sama,” harap Lilik.
Lebih jauh Lilik menyebutkan bahwa persoalan keutuhan dan ketahanan keluarga harus dicermati dari berbagai aspek. Baik aspek ekonomi, sosial, budaya, maupun keagamaan. Karena itu dalam memberikan solusi terhadap keluarga bermasalah, harus didekati dari berbagai aspek tersebut. “Kami hadirkan program Rumah Keluarga Indonesia agar semua aspek solusi dapat terangkum dan semua anggota keluarga dapat tersentuh, suami-istri, dan juga anak-anak. Bahkan saat Lanjut usia, kami berikan program khusus agar keluarga tetap dapat bertahan,” urai Lilik.
Acara Pelatihan Konselor ditutup oleh Ketua Umum DPW PKS Jatim Arif HS dengan menobatkan ke-125 orang peserta sebagai Ibu Pelopor Penggerak Kebaikan. “Ibu-ibu sekalian adalah Ibu Pelopor Penggerak Kebaikan yang pertama kami nobatkan di Jawa Timur. Kami berharap akan melahirkan Ibu-ibu Pelopor Penggerak lain yang sangat dibutuhkan oleh bangsa ini dalam menghantarkan menuju kejayaannya, melalui karya-karya nyata di masyarakat,” pungkas Arif HS menutup sambutannya.









