Budaya ngopi kian menguat di kalangan anak muda dan menjadi bagian dari gaya hidup produktif generasi muda Indonesia. Kopi tak lagi sekadar minuman, tetapi ruang diskusi, kreativitas, hingga peluang ekonomi.
Tema ini muncul dalam obrolan santai Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, bersama Ahmad Muhlisin, anggota DPRD Kabupaten Situbondo dari PKS periode 2024–2029, saat keduanya bertemu Cafe Kopral milik Muhlisin.
Ahmad Muhlisin dikenal bukan hanya sebagai legislator, tetapi juga pelaku usaha kopi dan eksportir melalui Kelompok Masyarakat (Pokmas) Argopuro Walida.
Dalam perbincangannya, Muhlisin menilai budaya ngopi di kalangan Gen Z merupakan tren positif yang mencerminkan pergeseran gaya hidup ke arah yang lebih sehat dan produktif.
“Budaya ngopi di Indonesia itu sudah meluas. Bukan sekadar tren, tapi sudah menjadi budaya. Anak muda sekarang lebih memilih ngopi, diskusi, dan berkarya,” ujar Muhlisin.
Ia menjelaskan, industri kopi membuka peluang kerja yang luas bagi anak muda, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
“Bisa jadi petani kopi, pengolah, trader, sampai barista. Semuanya punya ruang untuk anak muda,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Muhlisin juga menegaskan bahwa kualitas kopi Indonesia tak kalah dengan kopi dari luar negeri.
Bahkan, Indonesia memiliki keunggulan dari sisi keberagaman origin yang membuatnya diminati pasar internasional.
“Indonesia punya banyak origin kopi, kualitasnya juga sangat baik. Itu yang membuat kopi kita diterima dengan baik di pasar global,” jelasnya.
Kopi dari Argopuro Walida sendiri telah menembus pasar ekspor ke sejumlah negara seperti Slovakia, Ceko, Dubai, Arab Saudi, Oman, Turki, Jepang, dan Australia.
Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, mengapresiasi kiprah Muhlisin yang mampu menghubungkan dunia politik, ekonomi rakyat, dan gaya hidup anak muda.
Menurut Bagus, kopi bisa menjadi pintu masuk membangun kemandirian ekonomi generasi muda sekaligus mengangkat potensi lokal.
“Kopi ini bukan hanya soal minuman, tapi soal ekosistem. Ada nilai ekonomi, budaya, dan ruang kreativitas anak muda di dalamnya. Apa yang dilakukan Mas Muhlisin menunjukkan bahwa anak muda bisa mandiri dan berdaya dari potensi daerahnya sendiri,” ujar Bagus.
Bagus menambahkan, PKS mendorong semakin banyak kader dan anak muda terlibat dalam pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
“Inilah wajah politik yang membumi, dekat dengan anak muda, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.{}









