MOJOKERTO- Selang sehari setelah takziyah ke Ponpes Riyadhul Jannah, Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan kembali melakukan takziyah. Setelah Nyai Faicha wafat, kini Abuya KH Mahfuzd Syaubari, suaminya juga wafat.
Pengasuh Ponpes Riyadhul Jannah Abuya KH Mahfudz Syaubari dikabarkan wafat Senin, 15 Agustus 2022. Selisih sehari setelah istri pertamanya wafat.
“Mewakili keluarga besar PKS, dan tentu masyarakat, kami sangat berduka. Kita semua, bangsa ini kehilangan kiai dan ulama perekat bangsa, yang mengajarkan kegigihan dalam perjuangan,” kata Irwan.
Kiai Mahfudz, ia menjelaskan, dikenal dekat dengan semua kalangan.
“Kiai Mahfudz, menyatukan semua, menyemangati dan mengajak bersama-sama berjuang untuk Indonesia lebih baik,” katanya.
Karenanya, Kiai Mahfudz rutin menggelar diskusi kebangsaan di Pondok Riyadhul Jannah yang mengundang semua elemen.
“Kepeduliannya terhadap bangsa ini mendapat persaksian dari tokoh tokoh yang hadir. Beberapa kali saya sowan kebeliau juga mendapat berbagai wawasan tentang hal hal yang harus diperjuangkan. Salah satunya pendidikan oleh pondok pesantren dan juga kebangkitan ekonomi,” kata pria 46 tahun itu.

Irwan kemudian menceritakan kenangannya dengan Abuya KH Mahfudz Syaubari. Ia dan rombongan PKS beberapa kali sowan ke kediaman KH Mahfudz.
“Bisa lebih dari 8 kali kami sowan. Minta nasihat dan doa. Bertemu dengan beliau selalu mengesankan,” katanya.
Menurutnya, Kiai Mahfudz adalah orang yang sangat menghormati tamu. Ia merasakan saat bertandang ke pondok.
“Kami selalu nenikmati hidangan nasi kebuli dan juga berbagai jenis ikan. Masya Allah perhatian beliau membuat kami terkesan. Selain tentunya yang utama banyak mendengarkan nasihat nasihat dan sejarah perjuangan” tegasnya.
Irwan kemudian berharap, akan ada yang bisa meneruskan perjuangan Kiai Mahfudz.
“Semoga penerus beliau bisa menggantikan kiprah beliau. Berjuang untuk bangsa ini,” pungkasnya.{}









