SURABAYA- Indonesia adalah negara majemuk. Untuk kemajuan Indonesia, Ketua DPW PKS Jawa Timur Irwan Setiawan meminta anggotanya untuk mengedepankan kolaborasi, mengedepankan titik temu, bukan perbedaan.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Pendidikan Anggota Pratama dan Madya PKS di seluruh Jawa Timur di depan 440 anggota yang mengikutinya, Sabtu dan Ahad, 30 dan 31 Juli 2022.
Irwan menegaskan bahwa perbedaan adalah keniscayaan. Perbedaan adalah anugerah yang harus diterima sebagai sebuah kekuatan bangsa.
“Mari kedepankan titik temu, silaturahim dan perbanyak percakapan hangat antar anak negeri untuk kemajuan Indonesia,” tegasnya.
Karenanya, ia melanjutkan bahwa PKS berkomitmen menjalankan politik kebangsaan yang mengedepankan titik temu dan kolaborasi dalam membangun bangsa.
“Silaturrahim Kebangsaan PKS kepada semua partai politik yang ada di parlemen serta elemen masyarakat sipil adalah manifestasi dari nilai perjuangan kita,” jelasnya.
Dalam pertemuan itu, pria 46 tahun itu juga mendorong anggota untuk menguatkan semangat kolaborasi dan transformasi.
Menurutnya, seluruh pengurus dan anggota PKS harus membuka pintu selebar-lebarnya untuk berkolaborasi dengan seluruh elemen bangsa.
PKS menurutnya, adalah partai terbuka yang bisa dimiliki siapa saja yang ingin berjuang bersama menegakkan keadilan di bumi Indonesia.
Terkait transformasi, pria yang baru pulang dari ibadah haji ini berpesan bahwa anggota PKS harus punya kemampuan untuk melakukan perubahan seiring dengan perkembangan zaman.
“Dengan kemampuan ini, kita bisa menyentuh dan melayani rakyat tanpa dibatasi ruang dan waktu. Semakin dikenal PKS, in syaa Allah kepercayaan masyarakat pada partai ini akan semakin kuat. Semuanya dalam rangka mewujudkan PKS sebagai partai Islam Rahmatan lil Alamin yang kokoh dan terdepan dalam melayani rakyat dan NKRI.” pungkasnya. {}









