
SURABAYA (9/10) Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Timur mendukung penolakan Fraksi PKS DPR RI terhadap disahkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja.
Ketua Umum DPW PKS Jatim Irwan Setiawan menyampaikan bahwa aspirasi buruh, pekerja, mahasiswa, dan elemen rakyat yang dilaksanakan dengan turun ke jalan berdemonstrasi adalah realitas yang mesti didengar. “Sedemikian besar penolakan ini harus diperhatikan oleh pemerintah. Maka UU Ciptaker ini segera saja dicabut,” ujar Irwan.
PKS Jatim meminta agar seluruh struktur dan Anggota Dewan PKS menjadi salah satu unsur yang dapat memberikan penjelasan terkait substansi penolakan PKS kepada publik. “Inti penolakan PKS karena memang UU ini tidak sesuai aspirasi para pekerja, buruh, karyawan, dan masyarakat luas. Kita mendengar sendiri bagaimana aspirasi organisasi buruh, pendapat ekonom, bahkan ormas keagamaan, semuanya menolak. Karena itu PKS harus menyampaikan penolakan ini,” kata Irwan.
Selain itu, pihaknya meminta agar para Anggota Dewan PKS menemui mereka yang menyampailan aspirasinya melalui gedung DPRD baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota. “Gedung dewan dibangun untuk menerima keluh kesah rakyat. Karena itu seyogyanya para wakil rakyat bisa menemui apapun aspirasinya,” pinta Irwan.
Irwan mengapresiasi anggota Dewan PKS yang hari ini stand-by di Gedung DPRD Jatim. “Saya mendapat kabar anggota dewan PKS hari ini berada di sana. Menyerap aspirasi dari masyarakat yang hadir,” kata Irwan.
Secara berkala, PKS juga akan membuat agenda dengan menhadirkan para anggota Fraksi PKS DPR RI baik yang berada di Baleg DPR RI maupun lainnya untuk menjelaskan secara gamblang pasal-pasal yang krusial sehingga masyarakat bisa memahami.
“Misalnya besok malam kami hadirkan anggota DPR RI, anggota DPRD Provinsi, Akademisi, dan juga Organisasi Buruh dalam acara Rembug Jatim khusus soal dampak UU Ciptaker. Silahkan masyarakat bisa menyaksikan di kanal media sosial PKS Jatim, facebook dan youtube. Dialog seperti ini rutin kami adakan sebagai sarana informasi dan komunikasi, terutama di masa pandemi.” pungkas Irwan.








