Selain meninjau lokasi bencana Lumajang, Ketua DPW PKS Jatim, Irwan Setiawan, juga mengunjungi Harian Radar Semeru, Rabu (3/3). Tak disangka, rombongan PKS minta siaran langsung tentang bencana. Banyak yang didiskusikan, salah satu di antaranya adalah mengapa PKS menerjunkan relawannya, meski saat ini jauh dari pemilu.
Talk show yang dipandu oleh Mas Cio itu, mempersilakan 4 pengurus PKS untuk menjadi nara sumbernya.
Empat orang itu adalah Irwan Setiawan, Ketua DPW PKS Jatim, Arif Wijayanto, Ketua DPD PKS Lumajang, Iswanto, Ketua Bidang Kepanduan dan Olahraga (BKO) DPD PKS Lumajang, dan Khusnul Khuluk, Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Lumajang.
“PKS itu bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat. Jika masyarakat merasa susah, kami pun demikian,” kata Irwan.
Apalagi, Irwan menambahkan, tagline PKS adalah “Bersama Melayani Rakyat”. “Tagline ini selalu mengingatkan apa yang seharusnya kami lakukan,” kata Irwan.
Terkait dengan hal itu, Khusnul, salah satu anggota DPRD Lumajang berharap agar semua juga hadir, bersama membantu masyarakat meskipun masih jauh dari momentum pemilu.
Ia juga menyampaikan bahwa sebagai anggota legeslatif PKS sudah diminta untuk memotong gajinya untuk diserahkan ke korban bencana. “Ini berlaku silang. Seperti kapan lalu Jember terekana banjir, anggota legeslatif di Lumajang dan di daerah lain menyerahkan Sebagian gajinya untuk korban bencana. Demikian juga seperti saat ini, Lumajang yang terkena bencana, anggota legeslatif dari PKS lainnya, juga memeotong gajinya untuk korban bencana di Lumajang. Ini juga dalam konteks, bersama melayani rakyat,” katanya.

Dalam konteks kebencanaan, PKS mempunyai sudah mempunya SOP dalam menangani bencana. Hal ini dijelaskan oleh Iswanto, Ketua Bidang Kepanduan dan Olahraga (BKO) DPD PKS Lumajang. Ia mengatakan bidangnya yang mengomandani jika ada bencana yang ada di kota atau kabupatennya.
“Seperti bencana kemarin. Begitu mendengar ada korban yang butuh ditolong, kami langsung membuat grup WA khusus untuk menangani ini, agar fokus dalam koordinasinya, dan cepat penangannnya,” ujarnya.
Grup WA itu, ia menjelaskan semua bidang terlibat, karena pasti akan beririsan dengan bidang-bidang itu. “Bidang Kesejahteraan Sosial (Kesos) yang umumnya dikomandani oleh dokter tentu sangat terkait. Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) pasti juga terkait. Juga bidang Hubungan Masyarakat, ini juga sangat terkait data penanganan di lapangan. Tugas kami di BKO mengordinasikan semuanya,” ujarnya.
Dalam talk show itu, Arif Wijayanto, Ketua DPD PKS Lumajang, menyampaikan bahwa sebenarnya semua kader PKS di seluruh wilayah sudah terlatih tanggap bencana. PKS, ia menjelaskan mempunyai program Kemah Bakti Nusantara (Kembara). Setiap tahun kita dilatih di situ. Ada pelatihan dasar kebencanaan. Kita dilatih kewaspadaan, dilatih responsif.
Program Kembara ini, jelas Arif, bukan hanya untuk bidang BKO, namun untuk semua kader PKS. “Ini program wajib kader PKS, semuanya harus ikut. Di dalamnya ada latihan fisik pembekalan kegawatdaruratan. Karena tidak heran jika saat bencana, kader kami sigap,” jelas Arif.
Untuk bencana banjir dan tanah longsor di Lumajang, setidaknya PKS sudah menyalurkan lebih dari 5000 paket makanan siap saji, ratusan makanan ringan, ratusan pakaian layak pakai, dan berbagai kebutuhan keseharian seperti perlengkapan mandi dan cuci, juga menyediakan air bersih untuk warga.
“Kalo tenaga, jangan ditanya, karena sejak H+1, relawan kami sudah membantu bersih-bersih rumah warga,” kata Arif bangga.
Di akhir acara, Cio, presenter program itu mengapresiasi apa yang sudah dilakukan PKS di lapangan. Ia mengatakan bahwa ini bukan pencitraan, tapi yang baik memang harus dicitrakan. “Saya bahagia mengenal orang2 yang berdedikasi untuk bangsa dan negara . Insya Allah Barokah. Aamiin,” ujarnya. {}









