Semi Final Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK) PKS sudah memilih pemenangnya. Santri bernama Sholihan dari Pondok Pesantren Mambaul Falah Bawean berhasil mengalahkan 32 santri lainnya yang mewakili dapil masing-masing.
Semi Final LBKK PKS Jatim tahun ini digelar di Museum NU Surabaya ini menghadirkan 33 peserta yang mewakili 11 dapil dari seluruh Jawa Timur. Para peserta merupakan pemenang juara 1 sampai 3 di masing-masing dapil yang sebelumnya dilombakan di masing-masing dapil.
“Sebelumnya, 11 dapil atau yang kami sebut dengan Bidang Pembinaan Daerah atau BPD ini mengelar lomba yang sama. Peserta terbaiknya bersaing dengan peserta terbaik dari daerah lain di Semi Final,” kata Muhammad Aziz, Ketua Bidang Pembangunan Keummatan dan Dakwah DPW PKS Jatim.
Di Semi Final ini, ia melanjutkan, kesemua pemenang yangn mewakili dapil masing-masing akan berlomba, dan dipilih 6 pemenang terbaik.
“Kami memilih juara 1 sampai 3 dan juara harapan 1 hingga 3. Namun hanya juara 1 yang akan kami kirim ke DPP untuk berlomba melawan peserta terbaik lain dari provinsi lain dari seluruh Indonesia,” terang Aziz.
Seluruh peserta, ia menjelaskan, akan membuka kitab Fatchul Muin sesuai dengan permintaan juri, lalu membacanya. Kitab Fatchul Muin merupakan kitab fiqh yang jadi rujukan hampir semua pondok pesantren di Indonesia.
Ia menjelaskan, para peserta itu tidak hanya harus membaca dengan benar sesuai dengan kaindah nahwu shorof, tapi juga harus memahami apa yang dibacanya.
“Bahkan peserta harus juga bisa menjelaskan tentang berbagai hukum fiqh yang ada di kitab itu jika diaplikasikan dalam berbagai problematika kontemporer. Karenanya, saya kok yakin, para peserta ini adalah calon ulama-ulama besar nantinya,” ujar Aziz.
Aziz menjelaskan, kegiatan ini mendatangkan 3 dewan juri, yaitu KH Imamaul Arifin, KH Amanullah, KH Suud Amin.

Kiai Imamull Arifin merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al Muntaha Al Kholiliyah Bangkalan. Pondok Pesantren ini, ia melanjutkan milik KH Thoha Cholili, cicit Syaikhona Kholil, guru dari KH Hasyim Asyari dan KH Ahmad Dahlan, keduanya pendiri ormas terbesar Indonsia, Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah.
Kiai Amanullah dan Kiai Suud dari Kementrian Agama Propinsi Jatim. Keduanya sudah mendapatkan sertifikat MQK atau Musabaqah Qiroatul Kutub yang sering jadi juri nasional kegiatan serupa.
Dari perlombaan ini, juri kemudian mengumumkan 6 peserta terbaik. Setelah Sholihan, Syifak Syaifuddin Ahmad dari PP Al Bidayah Jember sebagai juara 2 dan Ahmad Jauhari Nahari dari PP Roudhotul Maghfirah Poncokusumo Malang sebagai juara 3.
Sementara, Ahmad Faqih dari PP Mambaul Ulum Bata-bata Pamekasan, Mas Faiz Albar PP Al Falah Ploso Kediri dan Izzah Hashinah, PP Al Falah Rengel Tuban, diumumkan sebagai juara harapan 1, 2 dan 3.
Ketua DPW PKS Irwan Setiawan yang hadir dan memberikan hadiah secara langsung kepada Sholihan mengucap syukur dan memberi selamat kepada para pemenang. Ia berharap para peserta semakin menguatkan Jawa Timur.
“Semoga para peserta dari Jawa Timur ini bisa menjadi harapan bangsa ke depan, membangun Jawa Timur lebih baik dengan keilmuannya. Bisamillah, semoga Jawa TImur menang di tingkat nasional, mohon doanya,” harap pria 45 tahun yang pernah menjadi anggota DPRD Jawa Timur selama dua periode ini.{}









