Ada kisah mengharukan di balik penggalangan donasi untuk Palestina dalam Latihan Perempuan Siaga Menengah 1 (Latansa M1) Zona 4 dan 5 DPW PKS Jawa Timur di Coban Rondo, Kabupaten Malang, Ahad (27/9/2026).
Secara spontan, peserta Latansa menggalang donasi untuk membantu masyarakat Palestina. Ajakan yang disampaikan pada pagi hari itu mendapat respons luar biasa. Hingga sore pukul 16.15 WIB, dana yang terkumpul mencapai Rp13.863.500.
Ketua Barisan Putri Keadilan (Santika) DPW PKS Jawa Timur, Risa Nur Rokhmawati, mengatakan penggalangan tersebut menjadi salah satu kisah yang paling menyentuh dalam rangkaian Latansa M1.
Menurutnya, kepedulian itu tumbuh dari rasa cinta terhadap sesama, khususnya masyarakat Palestina yang hingga kini menghadapi situasi kemanusiaan yang berat.
“Semua karena cinta. Setiap episode memiliki kisah tersendiri. Menjadi bagian dari jamaah ini adalah sebuah wujud rasa cinta, cinta dengan agama ini,” kata Risa.
Risa menceritakan, sekitar pukul 07.00 WIB, Ketua DPW PKS Jawa Timur Bagus Prasetia Lelana mengajak peserta Latansa M1 Zona 4 dan 5 untuk ikut merasakan dan menunjukkan kepedulian kepada saudara-saudara di Palestina dengan menitipkan sebagian harta melalui penggalangan dana.
Ajakan tersebut kemudian bergerak secara spontan di antara peserta. Tanpa target yang ditentukan sebelumnya, donasi terus terkumpul hingga akhirnya mencapai belasan juta rupiah.
Namun, kisah paling mengharukan terjadi ketika penggalangan dana berlangsung. Seorang pemulung yang berada di sekitar lokasi mendengar adanya pengumpulan donasi untuk Palestina. Tergerak oleh kepedulian yang sama, ia kemudian ikut menitipkan sebagian rezekinya melalui panitia.

Bagi Risa, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak mengenal status sosial maupun seberapa besar kemampuan seseorang untuk berbagi.
“Jika hati sudah tergerakkan, maka Allah-lah yang akan menuntunnya,” ujar Risa.
Ia mengaku peristiwa tersebut menjadi momen yang sangat membekas bagi para peserta Latansa. Di tengah kegiatan pembinaan dan kebersamaan, mereka mendapat pelajaran bahwa solidaritas kemanusiaan dapat tumbuh dari siapa saja.
“Allah hadirkan kejadian yang luar biasa. Ada seorang pemulung yang berada di sekitar lokasi menitipkan infaknya lewat panitia. Maa syaa Allah,” tuturnya.
Risa menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan donatur yang telah menitipkan infak terbaiknya untuk Palestina.
Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi bagian dari ikhtiar membantu masyarakat Palestina sekaligus menjadi amal kebaikan bagi para donatur.
“Terima kasih kami sampaikan kepada semua donatur yang telah menitipkan infak terbaiknya untuk Palestina. Allah yang akan membalas dengan kebaikan dan keberkahan,” kata Risa.
Penggalangan donasi spontan tersebut menjadi salah satu kisah kemanusiaan yang mewarnai Latansa M1 Zona 4 dan 5. Bagi Risa, kisah itu menunjukkan bahwa ketika kepedulian tumbuh dari hati, sekecil apa pun yang diberikan tetap memiliki makna.{}









