SURABAYA- Peran media sosial di masyarakat tak bisa dianggap enteng. Karenanya, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPW PKS Jatim menggerakkan anggota perempuannya untuk meramaikan jagad medsos dengan konten positif.
Hal itulah yang melatarbelakangi BPKK DPW PKS Jatim menggelar Diklat Peningkatan Kapasitas Anggota Perempuan dengan tema “Optimalisasi Media Sosial Ibu-ibu PKS” yang digelar pada Sabtu, 23 Juli 2022.
Kegiatan ini menghadirkan dua nara sumber, yaitu Wawan Saktiawan, Ketua Bidang Seni dan Budaya DPW PKS Jatim yang juga seorang stand up comedian dan Content Creator. Wawan memberi motivasi pentingnya bermedia sosial bagi anggota PKS.
“Ada rumus, jika melakukan 10 kegiatan namun hanya diposting di 1 media, orang melihat hanya 1 kegiatan. Namun jika kita share 10 media meskipun hanya dari 1 kegiatan, orang-orang melihat kita banyak kegiatan,” kata CEO Idozad itu, sebuah perusahaan studio kreatif.
Pembicara kedua, Budi Dharma, Ketua Departemen Pelatihan Bidang Humas DPW PKS Jawa Timur. Dalam materinya, Budi menyampaikan materi penulisan. Menurutnya, penulisan adalah bahan dasar konten dalam media sosial, apapun platformnya.

Alumnus kampus wartawan STIKOSA AWS ini berpesan agar memulai aktivitas menulis dengan cara kerja jurnalistik, seperti yang dilakukan wartawan.
“Cara kerja jurnalistik dapat membantu, yaitu observasi dan cek dan ricek fakta. Ini tentu sangat berguna sebagai bahan dasar penulisan,” pesannya.
Tentang bagaimana menemukan ide, Budi menyampaikan bahwa ide bisa didapat dari mana saja, seperti pengalaman, kejadian yang ada di sekitar kita, dari media sosial maupun mainstream.
“Dari mana saja, bahkan dari kata hati,” katanya sambil tertawa.
Kegiatan Diklat Peningkatan Kapasitas Anggota Perempuan ini, menurut Ketua BPKK PKS Jatim Lina Ariani merupakan bagian dari Peringatan Hari Keluaraga Nasional dan Hari Anak Nasional. Tema yang dipilih menurutnya sangat diperlukan untuk anggota perempuan PKS di seluruh Jawa Timur.
“Ini bagian dari upaya menyebarkan sebanyak-banyaknya konten positif dari anggota perempuan PKS di seluruh Jawa Timur. Ini bagian dari khidmat kami kepada rakyat dan NKRI,” tegas Lina.
Karenanya, ia menyebut bahwa agenda semacam ini akan diteruskan hingga ke level struktur PKS di kecamatan.
Menurutnya, BPKK PKS punya banyak konten kebaikan yang sudah dilakukan ditataran offline, seperti konselor keluarga, berbagai pelatihan parenting dan wirausaha untuk keluarga, dan berbagai kegiatan hasil kolaborasi dengan banyak pihak untuk bersama menguatkan peran keluarga di masyarakat.
“Berbagai konten inilah yang akan menjadi bahan kami untuk menyebarkan banyak kebaikan di media sosial, agar perempuan kuat, agar keluarga kuat,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPW PKS Jawa Timur Irwan Setiawan yang turut memberi sambutan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan BPKK PKS Jatim.

Menurutnya, ini bagian dari menjawab tantangan zaman yang kian berkembang. Irwan menjelaskan di Jatim, generasi Z dan milenial jumlahnya fantastis, sebanyak 49 persen.
Generasi milenial lahir di tahun 1981-1996 milenial. Jumlah mereka 24,32 % . Sementara generasi Z yang lahir di tahun 1997-2012 sebanyak 24,80 %.
“Mereka memilih mencari informasi dari media sosial. Ini tantangan kita untuk membuat konten positif,” jelas pria yang baru menyelesaikan rangkaian ibadah haji di tanah suci itu.
Ia berharap, diklat ini bisa membentuk awarness untuk anggota perempuan PKS di Jatim akan pentingnya menjauhi hoax dan ujaran kebencian.
“Kita harus menyiarkan konten-konten positif. Ini tantangan untuk kita semua. Mudah-mudahan dengan gempuran konten positif dari kita bisa mewarnai jagad medsos, bismillah,” harap Irwan. {}









