Bursa Calon Ketua Dewan Syuro PKS
RMOL. Kursi ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bakal ditinggalkan Ustad Hilmi Aminuddin. Tokoh paling dituakan di PKSini dikabarkan sudah beberapa kali minta pensiun dari posisi tersebut.
Pemilu Raya PKS untuk menilih 99 anggota Majelis Syuro dijadwalkan selesai hari ini. Selanjutnya, panitia dan pengurus Majelis Syuro akan menggelar rapat pleno untuk menentukan, siapa saja anggota baru yang dipilih dari 33 provinsi ini.
“Targetnya, akhir bulan ini Majelis Syuro yang baru sudah terbentuk. Dari hasil pemira ada 66 jumlahnya, sementara 33 lagi dipilih oleh anggota majelis syuro yang baru,” ujar panitia Pemira PKS TB Soemanjaya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Menurut Soemanjaya, setelah anggota Majelis Syuro terbentuk, barulah dilakukan pemilihan ketua. Pemilhan itu, berasal dari dan oleh anggota Majelis Syuro yang dilakukan dengan beberapa cara seperti musyawarah mufakat atau pemungutan suara.
“Nanti ada beberapa nama yang masuk dalam bursa calon ketua. Misalnya memenuhi syarat intelektual, tidak sakit dan siap bekerja paruh waktu,” jelas anggota DPR dari Fraksi PKS ini.
Sejauh ini, lanjut Soemanjaya, ada beberapa nama yang dianggap memenuhi syarat untuk menjadi Ketua Majelis Syuro. Mereka antara lain, Ustad Hilmi, Hidayat Nurwahid, Tifatul Sembiring dan beberapa nama lainnya.
Kendati demikian, Soemanjaya tidak menampik bila Ustad Hilmi masih menjadi kandidat terkuat. Maklum, Hilmi selama ini memang menjabat dalam posisi tersebut sejak awal partai berdiri hingga menjelang habis masa jabatannya.
“Tapi dari obrolan santai, beberapa kali Ustad Hilmi bilang pada kami tidak mau lagi dipilih sebagai ketua. Alasannya, dia ingin regenerasi demi memberikan pada kader yang lain untuk duduk menggantikan dirinya,” ungkapnya.
Namun yang berlaku di PKS, kata dia, jabatan merupakan amanat yang tidak bisa diminta dan terkadang tidak bisa ditolak. Makanya tradisi yang selama ini terjadi di PKS, para kader akan saling dorong untuk diajukan sebagai pimpinan.
“Makanya kami melarang kandidat itu kampanye, baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. Karena jabatan itu amanah, maka ketika diberikan, tentunya kader harus siap,” kata anggota Majelis Syuro PKS ini.
Namun, pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Firman Noor menyatakan peluang Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin untuk terpilih kembali masih besar. Ini karena figur Hilmi dinilainya masih kuat di internal partai tersebut.
Firman menyatakan ketokohan Hilmi terkait dengan perannya dalam partai itu. Saat ini, Hilmi termasuk generasi paling senior di antara kader PKS. Ditambah lagi, Hilmi juga termasuk peletak dasar dakwah PKS di Indonesia. “Ini membuat kader PKS masih menaruh respek besar pada figurnya,” ujar dia,
Hal yang juga membuat posisi Hilmi kuat adalah banyak muridnya yang menduduki posisi di susunan elite PKS. “Kondisi pasti menimbulkan dukungan yang besar bagi Hilmi untuk kembali menjadi ketua majelis syuro,” kata dia.
Namun jika Hilmi benar-benar menolak jabatan baru ini dipastikan akan muncul calon lain. Kata dia, di atas kertas, peran Hilmi sampai saat ini belum tergantikan. Ini karena dia termasuk tokoh senior di PKS. Ditambah lagi peran vital dia sebagai peletak dakwah PKS di Indonesia.
Dia menyatakan skenario ini bisa berubah. Yaitu saat dicalonkan kembali, Hilmi menolak jabatan ketua majelis syuro. “Jika ini terjadi peluang munculnya tokoh lain menjadi besar,” ujarnya. ***









