SURABAYA – Polemik kekosongan direktur Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) belum mendapat titik temu. Pemkot meminta Direktur Pembinaan Pedagang Nurul Azzah bertahan. Namun, dia menolak meski ada peluang menjadi direktur utama (Dirut) di perusahaan milik pemkot itu.
Di sisi lain, badan pengawas (bawas) PDPS juga tidak merekomendasikan namanya. Hal itu semakin menyulitkan rencana pemkot untuk mempertahankan Azzah.
Meski begitu, pemkot masih berupaya merayu Azzah. Upaya terakhir yang bakal dilakukan adalah mempertemukan direktur yang menjabat sejak 2014 itu dengan Wali Kota Tri Rismaharini secepatnya.
Namun, Azzah tetap tidak mau memperpanjang masa jabatannya karena ingin mengasuh buah hatinya yang baru berusia dua bulan. Anak pertamanya itu sudah dinanti selama empat tahun pernikahan. Namun, dia kecewa saat alasan tersebut dipakai badan pengawas PDPS untuk tidak merekomendasikan namanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Bawas PDPS Rusli Yusuf sempat menggunakan alasan itu untuk tidak memperpanjang Azzah
”Jangan sampai keinginan pribadiku pamit dijadikan alasan,” kata alumnus Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang itu.
Keinginan tersebut dia utarakan sejak lama. Yakni, sebelum cuti melahirkan tahun lalu. Namun, Azzah merasa tidak pernah diajak komunikasi selama ini. Baik oleh bawas maupun pemkot. Karena itu, dia merasa keinginannya untuk pamit seharusnya tidak dipermasalahkan.
Anggota Komisi B Achmad Zakaria meminta badan pengawas lebih intens berkomunikasi dengan wali kota. Tujuannya, penunjukan direktur PDPS bisa disegerakan. Dia berpesan agar tidak ada lagi pelaksana tugas (Plt) direktur yang merangkap jabatan. ”Nanti kejadian lagi seperti kasusnya Bambang Parikesit (mantan Plt Dirut dan direktur administrasi keuangan, Red),” jelas politikus PKS itu.
Zakaria mendapat informasi bahwa hubungan bawas dan Azzah tidak serasi. Hal itu terjadi karena audit keuangan yang dilaporkan Azzah selama menjabat tidak dilaporkan kepada wali kota.
(dikutip dari Jawa Pos 2 April 2018)








