Dalam Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK) yang digelar PKS setiap tahunnya, ada 3 provinsi yang selalu mengirimkan peserta terbanyak. Dari data ini, diprediksi, ketiga provinsi ini akan melahirkan ulama-ulama terbanyak di Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Bidang Pembangunan Keummatan dan Dakwah Muhammad Aziz. Ia kemudian mengatakan, selama lima tahun berturut-turut, Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur dan Aceh selalu mengirimkan peserta terbanyak.
“Selalu 3 itu yang terbanyak setiap tahunnya di LBKK. Melihat ini, saya kok yakin ke depan ulama-ulama besar akan lahir dari 3 tempat ini,” kata Aziz.
Tahun ini, pemenang dari sisi jumlah diraih Aceh. Berikutnya Jawa Timur dan Jawa Barat. “Setahu saya, peserta dari Aceh sebanyak 530 santri lebih, dari Jawa Timur sebanyak 418, dan berikutnya Jawa Barat dengan jumlah sekitar 397an,” jelas Aziz.
Tahun lalu, ia menjelaskan, juara kedua terbanyak diraih Jawa Barat, dan Jawa Timur di nomor tiga. Aceh selalu di peringkat pertama.
“Tahun ini, 2021 alhamdulillah Jatim bisa mengungguli Jawa Barat untuk jumlah peserta terbanyak. Calon-calon ulama akan semakin banyak dari Jatim. Mudah-mudahan jadi ulama yang terkemuka,” harap pria yang kerap memakai sarung dalam berbagai aktivitasnya ini.

Hal itu, ia menjelaskan, peserta BPKK tidak hanya dimiinta membaca Kitab Fatchul Muin di depan para juri, tapi juga diminta menejelaskan apa yang dibaca.
Ia menjelaskan, juri tidak hanya melihat benar tidaknya para peserta dalam membaca kitab, tapi peserta diminta menjelaskan tentang hukum dari berbagai masalah di masyarakat yang kini sedang terjadi.
“Perkembangan problematika di masyarakat luar biasa. Dengan demikian, jika peserta hanya bisa membaca namun tidak memahami secara dalam apa yang dibaca dan bagaima mengaplikasikannya pasti akan kesulitan. Karenanya, pantas jika saya menyebut para santri ini sebagai calon ulama masa depan,” tegas Aziz.

Ia mengaku, kegiatan Lomba Baca Kitab Kuning yang digelar PKS ini mendapat sambutan luar biasa dari peserta dan para kiai di pondok pesantren.
“Karenanya, peserta terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Bahkan kami didesak untuk menggelar kegiatan serupa untuk kitab yang lebih ringan dengan usia yang lebih muda,” ujarnya.
Namun, ia menyampaikan bahwa permintaan itu tidak bisa dipenuhi karena UU kepartaian tidak membolehkan kegiatan partai diikuti peserta di bawah 17 tahun.
Para pengasuh pondok, ia menyampaikan mengaku mendapatkan kegiatan yang bisa memotivasi para santrinya untuk terus meningkatkan kemampuan literasinya khususnya dalam membaca kitab kuning.
Ketua DPW PKS Jawa Timur Irwan Setiawan dalam sambutannya di kegiatan Semi Final Lomba Baca Kitab Kuning yang digelar DPW PKS Jatim, Kamis, 2 Desember 2021 di Museum NU Surabaya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya PKS melestarikan tradisi keilmuan di masyarakat.

“LBKK adalah upaya PKS menghidupkan tradisi keilmuan dan memelihara keterjagaan sanad ilmu agama dari para ulama’ terdahulu. Sehingga nilai-nilai wasathiyah (moderat) dan rahmatan lil ‘alamin dari agama Islam tetap terjaga,” ujar Irwan.
LBKK, ia melanjutkan, adalah salah satu upaya mendorong para santri untuk terus meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning, yang merupakan referensi dalam berbagai cabang ilmu agama.
“LBKK adalah penghormatan kepada tradisi pesantren yang khas Nusantara, yang terbukti telah membawa kedamaian bagi kehidupan beragama dan berbangsa di Indonesia,” tambah pria 45 tahun itu.{}









