Bagi Irwan Setiawan, doa orang tua adalah segalanya. Dalam PodKaeS, podcastnya DPW PKS Jatim pada Rabu, 6 Oktober 2021, ia mengaku harus meminta izin kepada orang tuanya sebelum akhirnya maju menjadi caleg PKS 2009 silam.
Ia kemudian bersyukur, tidak sulit mendapatkan izin dari orang tuanya. Tak hanya izin yang diberi namun ia juga mendapatkan pinjaman mobil untuk membantunya kampanye di tempat yang relatif jauh dari rumahnya di Surabaya.
“Saya matur ke ibu dan diizinkan. Alhamdulillah juga dapat pinjaman mobil sedan Civic tahun 88. Lumayan buat ngangkut spanduk-spanduk dan alat kampanye lainnya” katanya.
Bebekal ridho dari ibunya inilah yang membuat Irwan mantap untuk terus maju menjadi calon anggota DPRD Jawa Timur.
Tidak mudah baginya untuk mencalonkan diri. Ia mengaku sumber daya yang dimiliki sangat terbatas. Diakui atau tidak, berkampanye butuh dana yang tidak sedikit. Mengunjungi berbagai daerah yang ada di dapilnya butuh ongkos transport.
Menyiapkan berbagai alat peraga untuk meyakinkan masyarakat bahwa dirinya siap memperjuangkan aspirasi juga butuh biaya tidak sedikit.
Namun, Irwan tidak takluk dengaan berbagai tantangan. Baginya kesulitan datang untuk dihadapi. Irwan merasa tidak sendirian, ia mendapatkan dukungan dari seluruh pengurus dan anggota PKS saat itu, yang berjuang sekuat tenaga untuk memperjuangkan PKS untuk mendapatkan kursi DPRD Provinsi.
Berbekal semangat, Irwan maju. Ia bertekad memperjuangkan masyarakat melalui DPRD. Dengan bekal apa adanya, Irwan mengaku harus menguatkan silaturahim dengan masyarakat dan tokoh masyarakat. Bersama dengan para pengurus dan anggota PKS saat itu, berjuang menyakinkan masyarakat.
“Tak jarang saya mendatangi dapil saya di Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi dengan naik kendaraan umum mulai bis, kereta api bahkan travel. Saat keliling dapil, tak jarang menggunakan sepeda motor saat menemui para tokoh masyarakat, lebih dekat rasanya. Saya juga sering diminta bermalam di rumah warga tokoh masyarakat, dan anggota saat itu,” ujar Irwan. {}









