Anggapan bahwa generasi muda apolitis tidak sepenuhnya benar. Karena ada 11 remaja yang sangat antusias terhadap politik mendatangi DPRD Propinsi Jatim untuk belajar langsung mengenai politik praktis Selasa, 19 Oktober 2021. Anggota DPRD Propinsi Jawa Timur dari PKS menemuinya.
Ketua Bidang Kepemudaan DPW PKS Dian Heri Setiawan menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada 11 remaja yang mewakili 11 dapil dari Propinsi Jawa Timur karena terpilihnya mereka sebagai anggota parlemen remaja.
“Program Parlemen Remaja digelar oleh Sekretariat Jenderal DPRRI. Dari lima ribu sekian pendaftar hanya dipilih 113 orang, dan 11 orang itu di antaranya. Jadi mereka ini istimewa,” ujarnya.
Apalagi dari Jawa Timur cukup banyak menorehkan prestasi, salah satunya Dafik Febrial Sahl, seorang peserta dari Pasuruan yang terpilih sebagai peserta terbaik seluruh Indonesia.
Dalam kegiatan itu, Dafik berterima kasih telah dipertemukan dengan anggota DPRD Propinsi Jatim. Ia juga mengapresiasi perjuangan PKS sebagai partai oposisi di parlemen.
“Saya terus mengamati apa yang terjadi di negara kita. Saja juga melihat, PKS paling kuat sebagai oposisi. Saya melihat PKS adalah partai yang idealis yang bisa memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ujar remaja yang dipilih menjadi Ketua Komisi yang menaungi permasalahan penyiaran itu.
Selain Dafik, ada Muhammad Zaki raihansyah dari SMAN ( Surabaya, Halimah Nur Churil Aini dari SMA Muhammadiyah 2 Genteng Banyuwangi, Amalia Lillah dari SMA Muhammadiyah 3 Jember, Dhiva Prama Akbarian Azizi dari SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro, Adinda Rahma Putri dai SMAN 1 Singosari, dan Muhammad Rafi Nur Fauzy dari SMAN 1 Boyolangu.
Tak hanya itu, dari SMAN 2 Mojokerto Miftakhu Rahma Wardhani, SMAN 1 Kembangbahu Wiyananda Zulaikha dan dari SMAN 1 Bangkalan Arsyad Habibillah.
Kesebelas anggota Parlemen Remaja itu ditemui oleh Ketua Fraksi PKS-PBB-Hanura Dwi Hari Cahyono, Wakil Ketua Komisi E Artono, dan anggota Komisi C DPRD Jatim Lilik Hendarwati.

Dian Heri kemudian menyampaikan, kegiatan yang dilakukan adalah mempertemukan antara parlemen remaja dan anggota DPRD Propinsi Jatim.
“Para peserta parlemen remaja akan diberi kesempatan untuk menceritakan pengalamannya saat mengikuti kegiatan parlemen remaja yang digelat Kesekretariatan Negara Republik Indonesia. Sementara anggota dewan kami dari PKS akan bercerita pengalaman mereka saat di dewan. Jatuhnya lebih banyak diskusi,” ujarnya.
Dian Heri menyampaikan, Bidang Kepemudaan PKS Jatim selama ini sudah merilis program yang bisa memberdayakan temen-temen milenial dan gen Z, sehingga program yang dilakukan menyasar minat dan ketertarikan para remaja. Misalnya ada program di bidang kesenian, kewirausahaan, bidang karir, kemudian bidang olah raga, dll.
“Kegiatan siang hari ini di bidang politik, untuk mereka yang tertarik di bidang politik.
Bagi kami, ia melanjutkan, generasi muda yang saat ini adalah orang-orang yang pada akhirnya menggantikan orang orang yang saat ini menduduki di kursi dewan atau di kursi eksekutif.
Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan mengapresiasi kegiatan yang mempertemukan Parlemen Remaja dengan Anggota DPRD Propinsi Jatim dari PKS itu.
Menurutnya, para remaja itu merupakan calon-calon pemimpin masa depan yang harus diberi tempat dalam mengaktualisasikan kemampuannya.
“Kami memposisikan anak-anak muda sebagai subyek tidak menjadikan obyek. Tapi subyek dari perubahan itu sendiri. Sehingga yang kami tawarkan bagaimana anak-anak muda bisa berdaya bersama PKS Muda,” ujarnya.
Ia berharap pertemuan itu terus berlanjut karena ini menjadi bagian dari peran PKS sebagai partai politik untuk memberikan edukasi politik untuk masyarakat.
“Saya sudah pesan kepada Mas Heri untuk terus menjalin hubungan dengan kesebelas Parlemen Remaja itu. Monggo jika mau magang dengan anggota dewan kami, agar tahu lebih jelas keseharian anggota dewan, in syaa Allah akan menjadi pengalaman berharga bagi adik-adik,” tutur pria yang pernah menjadi anggota DPRD Propinsi jati selama dua periode itu. {}









