Tingginya angka perceraian di Jawa Timur menjadi perhatian serius Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPW Partai Keadilan Sejahtera Jawa Timur. Dalam momentum Hari Kartini, Bipeka melakukan silaturahim ke Aisyiyah Jawa Timur serta mengunjungi tokoh perempuan Kastini A. Kaspan, Sabtu (25/4/2026).
Ketua Bipeka DPW PKS Jatim, Nurul Arba’ati, menegaskan bahwa kolaborasi lintas organisasi perempuan menjadi kunci dalam menjawab persoalan keluarga yang kian kompleks.
“Kami berharap di momen Hari Kartini ini, kita bisa terus memupuk silaturahim dengan berbagai organisasi perempuan dan tokoh perempuan di Jawa Timur dalam rangka berkolaborasi dan bersinergi,” ujarnya.
Ia menyoroti bahwa angka perceraian di Jawa Timur termasuk yang tertinggi di Indonesia, sehingga membutuhkan perhatian dan kerja bersama dari berbagai pihak.
“Permasalahan perempuan dan keluarga tidak semakin sederhana. Ini membutuhkan sinergi semua elemen untuk bersama-sama mencarikan solusi,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Bipeka PKS Jatim juga menyampaikan gagasan untuk mendorong Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Ketahanan Keluarga. Gagasan ini diharapkan menjadi salah satu instrumen kebijakan dalam memperkuat fondasi keluarga di Jawa Timur.
Ketua PW Aisyiyah Jatim, Rukmini, menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam penguatan kebijakan tersebut.
“Kami mengapresiasi silaturahim ini. Momentum Hari Kartini menjadi pengingat pentingnya peran perempuan dalam berbagai lini. Kami siap bersinergi dan memberikan masukan untuk penguatan kebijakan yang berpihak pada keluarga,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya melanjutkan semangat perjuangan tokoh perempuan dalam meningkatkan kontribusi perempuan di masyarakat.
Sementara itu, tokoh perempuan Kastini A. Kaspan menyoroti pentingnya pendekatan edukatif dalam memperkuat ketahanan keluarga. Ia menilai masyarakat perlu didorong untuk lebih terbuka dalam menghadapi persoalan keluarga.
“Perlu ada edukasi yang masif, baik melalui seminar, pelatihan, maupun layanan pendampingan. Yang penting masyarakat berani menyadari masalahnya dan mencari solusi dengan bantuan pihak yang tepat,” ungkapnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas keluarga akan berdampak langsung pada kualitas masyarakat secara luas.
Melalui rangkaian silaturahim ini, Bipeka PKS Jatim berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antarorganisasi perempuan dan tokoh masyarakat, sehingga mampu menghadirkan solusi nyata dalam menekan angka perceraian serta memperkuat ketahanan keluarga di Jawa Timur.{}









