Sebanyak 1.324 kader perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur mengikuti Latihan Perempuan Siaga (Latansa) M1 yang digelar di kawasan Coban Rondo, Malang, Ahad (20/9/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Bidang Kepanduan dan Bela Negara (BKBN) DPW PKS Jawa Timur ini tidak hanya fokus pada pembinaan fisik, namun juga memperkuat kekompakan, komunikasi, dan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat melalui materi kesehatan, kebugaran, permainan kelompok, dan long march.
Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Dr. Reni Astuti, M.PSDM yang menutup kegiatan itu menegaskan bahwa Latansa menjadi ruang tumbuh bagi kader perempuan untuk menjadi pribadi yang tangguh dan kontributif.
Dalam orasinya di hadapan ribuan peserta, Reni merumuskan tiga karakter utama perempuan PKS dengan akronim PKS: Pintar, Kuat, Sat-set.
P: Pintar Akal, Jasad, dan Qolbu
Menurut Reni, kepintaran perempuan PKS harus mencakup tiga anugerah Allah, yakni akal, jasad, dan qolbu. Ketiganya harus diberi asupan gizi yang baik.
“Bagaimana akal kita terus kita gunakan untuk hal-hal yang positif, diwarnai dengan nilai-nilai Al-Qur’an sehingga pikiran kita menjadi pikiran yang produktif dan ilmiah,” ujar Reni.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga jasad sebagai bentuk rasa syukur melalui olahraga rutin, latihan kardio dan otot, konsumsi air putih, serta makanan sehat.
Sementara untuk qolbu, ia mengingatkan agar terus diisi dengan ibadah, hafalan Al-Qur’an, dan berkumpul dengan orang-orang saleh.

Lebih jauh, Reni menyebut pintar juga berarti peka terhadap lingkungan sekitar.
“Kita harus pintar memahami situasi sekitar kita. Jangan sampai kita tinggal di suatu wilayah tapi tidak mengenali tetangga, tidak tahu persoalan yang ada di kampung. Itu adalah medan dakwah kita,” tegasnya.
Ia mencontohkan, kader perempuan harus memahami potensi bencana di masing-masing daerah, baik di Malang, Lumajang, Banyuwangi, Surabaya, Tulungagung, hingga Trenggalek, agar kesiapsiagaan dan kontribusi kebencanaan dapat maksimal.
K: Kuat Ilmu dan Amal, S: Sat-set dalam Dakwah
Karakter kedua adalah Kuat. Reni menjelaskan perempuan PKS harus kuat ilmunya dan kuat amalnya. Keduanya, kata dia, tumbuh melalui Unit Pembinaan Anggota (UPA) yang menjadi keistimewaan kader PKS.
“UPA adalah tempat ruang tumbuh kita. Upah menjadi pintu gerbang kita untuk memperluas keilmuan dan meningkatkan amal-amal kita,” katanya.
Karakter ketiga adalah Sat-set, yakni sigap dan segera menyambut seruan dakwah tanpa banyak pertimbangan. Semangat itu terlihat dari antusiasme peserta, termasuk ibu menyusui dengan bayi usia 3 bulan dan peserta dengan usia 71 tahun yang tercatat memegang 12 UPA.
Reni juga mengingatkan bahwa jalan dakwah adalah jalan panjang, bahkan lebih panjang dari usia manusia. Karena itu, dibutuhkan keteguhan dan keistiqamahan.
“Semoga apa yang kita upayakan dan perjuangkan ini dilihat Allah. Dengan menjadi pintar, kuat, dan sat-set, perempuan PKS akan menjadi lokomotif gerbang kebaikan,” pungkasnya.
Acara Latansa M1 ini dibuka langsung oleh Ketua DPW PKS Jawa Timur Bagus Prasetia Lelana dan dihadiri jajaran pengurus BKBN DPW PKS Jatim di bawah komando Komandan Kukuh Nurma Nugroho.
Kegiatan berlangsung penuh semangat hingga sesi penutupan, diwarnai apresiasi dan pemberian hadiah bagi peserta terjauh, peserta dengan capaian hafalan dan lari terjauh, hingga peserta senior.{}









