Sekretaris Fraksi PKS yang juga Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Puguh Wiji Pamungkas, mendorong perempuan PKS untuk tidak hanya berperan di lingkungan keluarga, tetapi juga aktif mengambil bagian di ruang publik.
Pesan tersebut disampaikan Puguh saat memberikan pembekalan dalam kegiatan Latihan Perempuan Siaga Menengah 1 (Latansa M1) DPW PKS Jawa Timur di kawasan Coban Rondo, Kabupaten Malang, Minggu (20/9/2026).
Menurut Puguh, perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan keluarga sekaligus masyarakat. Karena itu, perempuan perlu terus meningkatkan kapasitas, memperluas wawasan, serta berani hadir dalam berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.
“Perempuan jangan hanya berada di ruang domestik. Perempuan juga harus hadir di ruang publik, ikut mengambil peran di masyarakat, dan memberikan kontribusi sesuai dengan kapasitasnya,” kata Ketua Bidang Pelatihan dan Pengembangan Kepemimpinan Partai (BPPKP) DPW PKS Jatim itu.
Ia menilai keterlibatan perempuan di ruang publik dapat dilakukan melalui berbagai bidang, mulai dari kegiatan sosial, pendidikan, ekonomi, organisasi kemasyarakatan hingga politik dan kebijakan publik.
Puguh juga mendorong kader perempuan untuk terus belajar dan memperkuat literasi.
Menurutnya, kapasitas perempuan perlu terus dikembangkan agar mampu memahami persoalan yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus ikut menawarkan solusi.
Dalam kesempatan itu, Puguh menyebut setidaknya ada empat ruang penting yang dapat menjadi kontribusi perempuan, yakni keluarga dan pendidikan, ekonomi, sosial kemasyarakatan, serta politik dan kebijakan.
“Perempuan harus terus belajar. Jangan berhenti karena usia. Justru dengan terus belajar, perempuan bisa semakin banyak memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan kader perempuan PKS agar tidak bersikap eksklusif. Menurut Puguh, kehadiran di tengah masyarakat menjadi bagian penting untuk membangun hubungan sosial sekaligus menunjukkan kontribusi nyata.
“Jadilah bagian dari masyarakat. Hadir, berinteraksi, dan memberikan manfaat. Karena kader yang berada di tengah masyarakat akan menjadi gambaran bagaimana organisasi dan nilai-nilai yang dibawanya,” pungkasnya.{}









