عن ابن عمر رضي الله عنه قال: قال النبي صلى الله عليه وسلم:
أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعَهُمْ لِلنَّاسِ
Orang yang paling dicintai oleh Allah adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain. (hr. Thabarani dan dihasankan oleh Al Albany).
@ Menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain tidak harus menunggu kaya. Sebab, betapa banyak orang kaya, tetapi kekayaannya tidak bermanfaat sama sekali. Alih-alih bermanfaat bagi orang lain. Malah dirinya terperosok ke dalam penjara dunia justru karena kekayaannya.
@ Menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain tidak harus menunggu sempurna. Sebab, selain kesempurnaan itu bukan milik manusia, justru dengan menyadari kekurangannya, seseorang termotivasi untuk berkarya lebih baik dan lebih berguna lagi.
@ Bilal ra. bermanfaat bagi orang lain dengan suaranya. Abu Hurairah ra. bermanfaat bagi orang lain dengan hafalannya. Ali ra. bermanfaat bagi orang lain dengan lisannya. Hudzaifah ra. bermanfaat bagi orang lain dengan diamnya. Ibnu Ummi Maktum bermanfaat bagi orang lain dalam kebutaanya. Dan seterusnya.
@ Keyakinan yang kuat akan balasan di akhirat dan semangat yang tidak pernah surut untuk terus beramal shaleh adalah kunci kita bisa bermanfaat bagi orang lain.
@ Wallahu a’lam bishshawab.
Ustad Farid Dhofir
Ketua Dewan Syariah Wilayah
PKS Jawa Timur









