• Tentang PKS Jatim
  • Pendaftaran Anggota
  • Kontak & Alamat
  • Media Sosial Resmi PKS Jawa Timur
PKS Jawa Timur
  • Narasi Aksi
  • Kabar Nasional
  • Kabar Jatim
  • Kabar Daerah
  • Blog
  • Info dan Program
    • Website DPP PKS
    • Sejarah PKS
    • Visi dan Misi
    • Susunan Pengurus
    • Pusat Khidmat
    • Rumah Keluarga Indonesia
    • Kepanduan & Olahraga
    • PKSMuda
      • Chapter PKSMuda
      • Gema Keadilan
      • Garuda Keadilan
    • Komunitas Kreatif
    • Pendaftaran Anggota
  • PPID
    • Profil PPID
    • Visi dan Misi PPID
    • Tugas dan Fungsi PPID
    • Regulasi PPID
    • Struktur PPID Partai Keadilan Sejahtera
    • Form Permohonan Informasi Publik PKS
    • Daftar Informasi Publik Partai Keadilan Sejahtera
No Result
View All Result
DPW PKS Jatim
No Result
View All Result
Home Kabar Jatim

Gaji Ditabung untuk Kuliah dan Buka Usaha

8 Februari 2019
in Kabar Jatim, Narasi Aksi
0
Gaji Ditabung untuk Kuliah dan Buka Usaha
Share on FacebookShare on Twitter
ALEG PKS DPRD PONOROGO INSPIRASI BAGI TKI

Ribut Riyanto, Mantan TKI Ilegal yang Kini Anggota DPRD Ponorogo

12767245_10154534073061124_1714159275_nPernah menjadi TKI ilegal di Penang, Malaysia, itulah bagian perjalanan hidup Ribut Riyanto. Warga desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung itu, hampir dua tahun mengais rejeki di negeri jiran. Kini, dia tercatat sebagai anggota komisi A DPRD Ponorogo.

Masih teringat dibenak Ribut Riyanto, perjalanan hidup yang harus dilakoninya pada 2001. Saat itu, usia Ribut baru 19 tahun. Jiwa mudanya menggelora, menuntut mendapatkan penghasilan layak di negeri seberang. Apalagi, menjadi TKI di luar negeri menjadi tren saat itu. Dipilihnya Malysia, karena penghasilan yang ditawarkan cukup menggiurkan. “Sya masuk pertama kali di Malaysia sebagai pelancong, baru setelahnya menjadi TKI ilegal,” katanya kepada Jawa Pos Radar Ponorogo.

Pria yang kini berusia 34 tahun itu nekat menjadi TKI ilegal karena pengurusan izin bekerja di Malaysia ukup lama. Uang yang harus dikeluarhakn untuk mengurus dokumen kerja juga cukup banyak. Saat menjadi pelancong dan TKI ilegal, dia hanya perlu merogoh kocek Rp 3,5 juta. Beda dengan keberangkatan resmi yang mencapai RP 7 juta-Rp 9 juta. “Padahal, tidak mudah mencari duit sebanyak itu apalagi saat itu krisis moneter. Memang saat itu saya dapat informasi sepihak soal keberangkatan ke Malaysia,” paparnya.

Setamat SMK jurusan listrik, warga Wagir Kidul, Kecamatan Pulung itu bekerja di salah satu pabrik elektronik di Riau, selama setahun. Penghasilannya ditabung agar bisa untuk pergi ke luar negeri.

Karena tak banyak tahu sial informasi keberangkatan dan ingin berhemat, dia nekat masuk Malaysia dengan visa turis. “Saya mendaftar ke tekong dari teman, orang Batam. Saya ngurus pasport di Bengkalis. Waktu itu saya naik kapal dari Batam menuju Pasir Gudang Port, Malaysia,” terangnya.

Perjalanan melalui jalur laut itu memakan waktu 45 menit. Sesampai di Pasir Gudang, petugas imigrasi menolak kedatangan Ribut. Pasalnya usianya masih muda. “Mereka tanya awak usia berape, macam budak (Kamu usia berapa, kok masih anak-anak, Red). Tiga kali saya kena tendang petugas imigrasi. Akhirnya saya dibantu orang dna bisa masuk Malaysia. Saya naik bus menuju Sungai Petani, Penang, Malaysia,” ungkapnya.
Meski memiliki backgroud pendidikan jurusan listrik, Riut menjadi kuli bangunan. Selama enam bulan pekerjaan itu dilakoni dengan penghasilan 40 ringgit per hari. Dia bekerja enam hari dalam sepekan. “Setelah jadi kuli, saya menjadi tukang. Penghasilan meningkat dan lumayan ditabung,” katanya.

Menikmati penghasilan lumayan tidak membuat hati Ribut tenang. Pasalnya, petugas kepolisian Diraja Malaysia kerap sweeping. Namun, Ribut bersyukur, wajah melayu dan kulit cokelat sering membantunya lolos dari penyisiran petugas. “Setiap kali ada operasi, saya selalu lolos. Ya mungkin karena kulit saya agak putih kayak orang Malaysia, dialek saya sat itu juga Melayu,” ujarnya tersenyum.

Setahun menjadi tukang, bapak dua anak itu memikirkan untuk kembali ke tanah air. Apalagi, saat itu banyak TKI yang kena kasus naskoba. Khawatir situasi tidak aman, dia memilih pulang ke Ponorogo. Namun, karena berstatus TKI ilegal, dia memberanikan diri mendatangi KJRI untuk mengurus surat pengganti laksana paspor (SPLP). “Saya menyerahkan paspor untuk mendapatkan SPLP. Seminggu sudah jadi dan saya pulang ke tanah air lewat pelabuhan Belawan, Medan. Ke Ponorogo naik bus,” ungkapnya.

Penghasilannya sebagai kuli dan tukang di negeri jiran tidak dia habiskan begitu saja. Duitnya untuk melanjutkan pendidikan D-2 jurusan PGSD. Dia juga memakai penghasilannya tersebut untuk kursus bahasa Jepang. “Alhamdulillah, saya dapat beasiswa magang di Jepang. Saya dikirim ke daerah Kwanto, Tokyo. Saat itu saya bekerja di perusahaan konstruksi anti gempa,” terangnya.

Penghasilan di Jepang tergolong tinggi. Dalam sebulan, suami dari Hety Mulyani bisa mengantongi Rp 9 juta. Itu belum termasuk overtime saat bekerja. “Saya berangjat sekitar 2006 dan pulang 2009, tiga tahun di Jepang penghasilan lumayan. Duitnya saya pakai mudal untuk berwirausaha, membuka kursus bahasa Jepang,” tuturnya.

Di Jepang, Ribut membangun jaringan dengan sesama peserta magang. Dia pun sempat didaulat menjadi ketua ikatan persaudaraan trainee di Jepang. “Saat pulang ke tanah air, sya juga didaulat menjadi ketua alumni trainee Jepang seluruh Indonesia. Kami memiliki 1.000 anggota aktif yang tersebar di semua provinsi,” terangnya.

Lika-liku menjadi TKI tidak membuat Ribut malu. Kini, dia sudah menjadi anggota DPRD Ponorogo. Sepulang menjadi TKI, dia membuka usaha. “Saya ingin menularkan ke teman-teman TKI, penghasilan dari luar negeri jangan habis untuk konsumtif. Lebih baik untuk modal usaha dan meningkatkan kemampuan diri,” papar politikus PKS itu.

Sumber Jawa Pos Radar Madiun (3/3)

Previous Post

Karena Khidmat itu Keniscayaan

Next Post

Menjadi Orang Bermanfaat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Archive

TERBARU

PKS Jatim Terima Kunjungan Konsulat Jenderal Tiongkok, Bahas Peluang Kerja Sama Lintas Sektor

Dari Pekarangan ke Ketahanan Nasional: Semangat Milad PKS Bangun Kemandirian Pangan

Angka Perceraian Jadi Perhatian, PKS Jatim Silaturahim ke Aisyiyah dan Tokoh Perempuan di Hari Kartini

Presiden PKS Tekankan Meritokrasi dan Kualitas Pemimpin di Tengah Demokrasi Popularitas

Di Bimtekda, Wagub Emil Apresiasi Peran dan Konsistensi PKS

PKS Jatim Gelar Bimtekda, Seluruh Legislator Dikonsolidasikan untuk Penguatan Peran Publik

KUNJUNGI JUGA











DPW PKS JAWA TIMUR
Jl. Penjaringan Asri Blok J1 nomor 5 RT.3 RW.6
Kelurahan Penjaringan Sari Kec. Rungkut Kota Surabaya Kodepos 60297 | (031) 87865555
https://goo.gl/maps/E2swa3JPct2RvsBu9

 

Copyright © 2021. Website Resmi PKS Jawa Timur dikelola oleh Humas PKS Jatim.

No Result
View All Result
  • Narasi Aksi
  • Kabar Nasional
  • Kabar Jatim
  • Kabar Daerah
  • Blog
  • Info dan Program
    • Website DPP PKS
    • Sejarah PKS
    • Visi dan Misi
    • Susunan Pengurus
    • Pusat Khidmat
    • Rumah Keluarga Indonesia
    • Kepanduan & Olahraga
    • PKSMuda
      • Chapter PKSMuda
      • Gema Keadilan
      • Garuda Keadilan
    • Komunitas Kreatif
    • Pendaftaran Anggota
  • PPID
    • Profil PPID
    • Visi dan Misi PPID
    • Tugas dan Fungsi PPID
    • Regulasi PPID
    • Struktur PPID Partai Keadilan Sejahtera
    • Form Permohonan Informasi Publik PKS
    • Daftar Informasi Publik Partai Keadilan Sejahtera

Copyright © 2021. Website Resmi PKS Jawa Timur dikelola oleh Humas PKS Jatim.