Bhirawa, Jum,at 28 Oktober 2011
Dianggap melecehkan dewan, dua anggota Komisi A DPRD Jatim, Achmad Jabir dan Rasyaf Manaf terpaksa walk out saat hearing dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Jatim, Kamis (27/10). Ini karena Kepala Bapemas Jatim, Totok Suwarto tidak membawa Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) RAPBD 2012 saat pembahasan dengan Komisi A.
”Jujur, kami merasa dilecehkan oleh eksekutif. Padahal sudah menjadi kesepakatan bersama agar saat pembahaan di komisi setiap SKPD membawa RKA. Tapi nyatanya, Bapemas tidak membawa dengan alasan tidak ada perintah dari Sekdaprov Jatim,”ungkapnya dengan nada tinggi, Kamis (27/10).
Ditambahkan Jabir, alasan tidak membawa RKA sangat tak rasional. Mengingat dari dokumen RKA ini, pihaknya dapat melihat satu persatu program sekaligus anggaran yang akan diajukan dalam RAPBD 2012.
”Dokumen RKA sangat penting, untuk mengetahui penggunaan anggaran oleh para SKPD. Sebaliknya, kalau itu tidak ada dari mana dasarnya kita mengkritisi,”lanjutnya.
Terpisah, Anggota Komisi A DPRD Jatim, NizarZahro menyesalkan atas sikap Kepala Bapemas yang tidak membawa RKA sebagai dasar untuk mengetahui beberapa program plus anggaran Bapemas dalam RAPBD 2012. Karena itu, pihaknya meminta agar Ketua Komisi A menghentikan pembahasan sampai RKA dari Bapemas diserahkan ke dewan sebagai pertimbangan untuk dilakukan penelitian, apakah program yang diajukan sesuai dengan anggaran serta tupoksi dari Bapemas itu sendiri.
”Bukan kita ingin menghambat kinerja Bapemas. Sebagai legislative kita tentunya perlu tahu anggaran dan program yang mereka ajukan dalam RAPBD 2012 nanti. Kalaupun ada yang menyimpang tentunya akan kami tegur, sebaliknya jika ada program yang baik, tentunya dewan akan terus mensupport dengan memberikan tambahan anggaran,”paparnya.
Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Jatim yang lain, M Mochtar mengaku jika dalam hearing tersebut tidak ada pengusiran. Sebaliknya, yang ada adalah penundaaan pembahasan karena Bapemas tidak membawa RKA.
”Yang pasti kami di komisi sepakat menunda pembahasan dengan Bapemas, hingga yang bersangkutan membawa RKA. Dan disepakati hari ini (Jum’at 28/10) dilakukan pembahasan lanjutan. Karena pihak Bapemas mengaku sudah menyiapkan RKA, namun tidak dibawa karena memang tidak ada intruksi dari Sekdaprov,”jelas politisi asal Partai Golkar Jatim ini. [cty]








