Surabaya– Kalangan DPRD Jatim prihatin APBD Jatim yang tidak terserap pembangunan alias nganggur pada 2010 lalu. Sebab dana yang masuk sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tersebut nilainya kelewat besar, yaitu Rp 1,4 triliun.
“Sangat ironis. Bagaimana bisa dana sebesar itu nganggur. Padahal, saat perencanaan anggaran dulu, banyak program yang tidak mendapatkan anggaran memadai, alasannya sudah habis terbagi,” tutur anggota Komisi A DPRD Jatim, Ahmad Jabir, usai rapat paripurna penyampaian nota keuangan oleh Gubernur Soekarwo, Senin (27/6)
Politisi PKS tersebut lalu memberikan contoh program perbaikan infrastuktur jalan. Kegiatan pemeliharaan jalan agar yang rusak tidak semakin panjang ini, membutuhkan setidaknya Rp 500 miliar. Tetapi hanya dialokasikan Rp 200 miliar dengan alasan anggaran tidak cukup.
“Jadinya banyak didapati jalan provinsi kondisinya rusak. Masyarakat mengeluh di mana-mana. Ini tidak perlu terjadi seandainya dana nganggur tersebut bisa diserap,” tegasnya.









