Ketua F-PKS DPRD Jatim Arif Hari Setiawan mengapresiasi atas prestasi dari Gubernur Soekarwo tersebut. “Tapi, predikat itu tetap ada catatannya,”ucap Arif mengingatkan. ditambahkannya, WTP adalah sebuah prestasi yang patut diapresiasi bersama. Juga sekaligus menjadi isnpirasi untuk meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan daerah di tahun 2012. “Pemprov tidak boleh teledor dan terlena sehingga dengan opini WTP yang diperoleh tahun 2011 membuat kerja kerasnya menurun,” tutur dia.
Karena kalau kinerja pengelolaan keuangan menurun, lanjut dia, maka tak hanya tidak mampu mempertahankan opini WTP tapi bahkan bisa menurun.Lebih lanjut, ia menyatakan opini WTP itu lebih berkaitan dengan akuntabilitas pengelolaan keuangan dan aset daerah. Sementara yang terkait dengan keuangan dan aset daerah, kata dia, adalah bukan hanya terkait akuntabilitasnya.
“Tetapi juga menyangkut apakah kinerja program dengan menggunakan keuangan dan aset daerah sudah benar-benar baik dan apakah penggunaan keuangan dan aset daerah dalam berbagai program pemerintahan tersebut telah meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jatim,” kata dia. Karena itu, bagi dirinya opini WTP dari BPK ini sangat membantu kinerja dewan. Dewan bisa lebih fokus pada pengawalan efektivitas dan efisiensi program serta kinerja pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka menjalankan fungsi kontrol dewan. [cty]








