SURABAYA-Mahkamah Konstitusi (MK) sudah memutuskan memakai sistem proporsional terbuka pada Pemilu 2024. Keputusan itu diapresiasi Ketua DPW PKS Jawa Timur Irwan Setiawan.
Menurut Irwan sistem proporsional terbuka yang akan diterapkan pada Pemilu mendatang akan meningkatkan partisipasi masyarakat pada pesta demokrasi 5 tahunan di Indonesia ini. Hal ini karena pemilih bisa langsung menentukan wakil rakyat yang dikehendaki.
“Ini kemenangan rakyat. Ini sesuai dengan semangat demokrasi,” tegas pria yang juga bacaleg DPRD Jatim dari dapil Jatim 4 Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso ini.
Sejak awal, Irwan melanjutkan, PKS terus mendorong MK untuk memberlakukan sistem proporsional terbuka. Baginya, jika tertutup menandakan kemunduran bagi demokrasi di Indonesia.
“Sejak awal PKS memilih sikap mempertahankan sistem proporsional terbuka yang dinilai sebagai salah satu bentuk kemajuan demokrasi. Penggunaan sistem proporsional tertutup justru malah akan memukul mundur demokrasi Indonesia,” kata pria 47 tahun itu.
Menurutnya, sistem proporsional terbuka memang tidak sepenuhnya menciptakan proses demokrasi yang paling baik. Tetapi, proporsional terbuka jauh lebih baik dibanding proporsional tertutup.
Kang Irwan kemudian mengapresiasi DPP PKS yang terus menyuarakan diberlakukannya sistem proporsional terbuka kepada MK.
“PKS Jatim mengapresiasi DPP PKS yang menjadi pihak terkait. Sehingga bisa memberikan pertimbangan kepada MK,” lanjut Irwan.
Untuk itu, irwan meminta semua Caleg PKS segera turun ke masyarakat, segera turun untuk menjalankan tugasnya melayani dan membela rakyat. Rakyat akan memberikan pilihan kepada caleg yang dekat dengan rakyat.
“Saya minta semua caleg harus berjuang merebut simpati rakyat. Syarat menang harus rekoso, harus serius. Niatkan diri sebagai caleg sebagai kesempatan untuk berjuang. Perjuangan untuk memberikan kontribusi dalam membangun bangsa yang lebih baik,” pungkas kang Irwan.{}









