Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, menegaskan bahwa politik tidak boleh dijalani hanya dengan ambisi jabatan, melainkan sebagai jalan kebaikan dan ibadah.
Penegasan itu disampaikannya dalam pelantikan ratusan anggota dewasa dan madya PKS Jawa Timur yang digelar pada Sabtu–Ahad (10–11/1/2026).
Dalam gelombang pertama pelantikan ini, sebanyak 190 kader dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur resmi dikukuhkan.
Sementara pada pekan berikutnya, PKS Jatim kembali akan melantik 235 kader lainnya sebagai bagian dari penguatan barisan kader inti partai.
Bagus menekankan bahwa kader PKS harus mampu menata niat sejak awal keterlibatan di partai.

Menurutnya, kekecewaan dalam berpolitik bisa muncul ketika orientasinya lebih tertuju pada jabatan, bukan pada nilai pengabdian.
“Kalau niatnya ingin jabatan, ketika tidak dicalonkan atau tidak ditugaskan pasti kecewa. Tapi kalau niatnya untuk kemaslahatan masyarakat, insya Allah di posisi apa pun tetap lapang dan istiqamah,” katanya.
Ia mengingatkan pesan para perintis PKS bahwa kader sejatinya adalah dai sebelum menjadi pejabat publik.
Jabatan, baik di legislatif maupun eksekutif, hanyalah sarana untuk memperluas kemaslahatan, bukan tujuan utama perjuangan politik.
“Kita ini dai. Dari dai itulah nanti dicetak menjadi anggota dewan, tokoh masyarakat, atau pemimpin daerah. Jangan terbalik: menjadi kader hanya karena ingin jabatan,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Bagus juga memaparkan tantangan PKS di Jawa Timur yang masih membutuhkan kerja kolektif kader.
Saat ini, keterwakilan PKS di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota masih terbatas, sehingga diperlukan kader-kader inti yang siap ditugaskan dan bekerja dalam jangka panjang.
Menurutnya, pelantikan ratusan kader ini sekaligus menunjukkan kuatnya proses kaderisasi PKS yang lintas generasi.
Peserta datang dari beragam latar usia, mulai dari usia 20 tahun hingga 60.
Menutup arahannya, Bagus mengajak seluruh kader yang dilantik untuk menjadikan setiap amanah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat.
“Kalau niat kita benar, insya Allah kita tidak akan kecewa, meskipun tugasnya berat,” pungkasnya bersemangat.{}









