Bojonegoro — Hujan deras yang mengguyur Bojonegoro Selatan, menjebolkan tanggul pada Rabu (20/1), akhirnya membawa korban. Sedikitnya 3 rumah dan 2 sapi hanyut terbawa derasnya aliran air. Sementara puluhan rumah lainnya terdampak banjir. Dengan seketika, DPD PKS Bojonegoro menggelar aksi peduli bencana.
Menurut Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bojonegoro, Driarso, curah hujan yang sangat tinggi mengakibatkan derasnya air yang turun dari wilayah hutan yang kemudian menerjang tanggul. Ia mengatakan, bencana banjir bandang ini terjadi di Kecamatan Sekar, Desa sekar RT 3 RW 1.
“Terjangan air dari hutan ini yang membuat tanggul menjadi jebol, yang kemudian menghanyutkan 3 rumah di sekitar sungai. Ini bersamaan dengan terjadinya di sebelahnya di Desa Miyono, RT 3 RW 1 yang juga terdampak banjir bandang,” katanya.
Untuk membantu meringankan beban para korban, DPD PKS Bojonegoro sudah menerjunkan kadernya, bersama-sama membantu korban terdampak bencana banjir. Driarso mengatakan, DPD PKS Bojonegoro bersama lembaga mitra sudah melakukan aksi peduli bencana sejak Jumat (23/1). Bantuan yang diberikan berupa paket sembako.
“Jum’at kemarin ada 30 paket sembako, hari ini (Sabtu), ada 45 paket yang akan dibagi ke Desa Miyono. In syaa Allah Ahad Bedok, juga akan ada aksi peduli di desa Sukorejo kecamatan Bojonegoro yang juga terdampak Banjir,” ujarnya.
Terkait dengan berbagai aksi peduli bencana ini, DPW PKS Jatim mengapresiasi aksi-aksi para relawan yang tanggap bencana di sekitarnya. “Saya bangga dengan respon dari kader PKS, sangat tanggap terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan. Ini memang jadi komitmen kami sejak awal, untuk melayani rakyat,” ujar Irwan Setiawan, Ketua Umum DPW jawa Timur.

Irwan juga mengapresiasi, anggota legeslatif dari PKS yang juga turut membantu dengan merelakan sebagian gajinya untuk membantu para korban bencana alam di berbagai daerah. “In syaa Allah, kami berusaha agar PKS selalu berusaha berada di garda depan dalam aktivitas sosial. Baik kader di lapangan maupun anggota legeslatif yang ada di dewan,” tegasnya. (Penulis : Fri Rachma, Fotografer: Muhammad Hud)









