Jarak tak menjadi penghalang bagi kader perempuan PKS Jawa Timur untuk mengikuti Latihan Perempuan Siaga (Latansa) M1 di Coban Rondo, Malang, Ahad (20/9/2026).
1324 peserta datang dari berbagai daerah, termasuk Sumenep di ujung timur Madura hingga Banyuwangi di ujung timur Jawa.
Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, secara khusus mengapresiasi semangat para peserta yang rela menempuh perjalanan jauh untuk hadir dalam kegiatan tersebut.
Bagus menyebut peserta dari Sumenep harus menyeberangi laut untuk mencapai lokasi Latansa. Mereka bahkan telah berangkat sejak sehari sebelumnya. Sementara dari zona lainnya, peserta terjauh datang dari Banyuwangi.
“Yang kita lakukan ini bukan sekadar perjalanan. Ini adalah perjalanan karena cinta,” kata Bagus dalam sambutannya.

Menurutnya, perjalanan para kader tersebut merupakan wujud kecintaan kepada bangsa dan negara, serta perjuangan yang mereka jalani bersama PKS.
Bagus kemudian mengutip ungkapan almarhum KH Rahmat Abdullah, “Dakwah adalah cinta, dan cinta akan meminta segalanya darimu.”
Ia mengatakan, kecintaan itulah yang membuat seseorang bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran.
Termasuk ketika harus menempuh perjalanan jauh dan menghadapi berbagai tantangan untuk hadir dalam kegiatan pembinaan.
“Karena cinta itulah kita bersedia berlelah-lelah. Karena cinta itulah kita tetap hadir dan tetap bertahan ketika jalan perjuangan menghadapi tantangan,” ujarnya.
Bagus menilai pengorbanan tersebut justru menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter.
Menurutnya, semakin seseorang memberikan waktu dan tenaga untuk sesuatu yang diyakininya, semakin banyak pula pelajaran tentang keikhlasan, kesabaran dan kepedulian terhadap orang lain yang dapat diperoleh.
“Semakin kita berkorban, semakin kita belajar tentang keikhlasan. Semakin kita berjuang, semakin kita memahami bahwa hidup bukan hanya untuk diri kita, tetapi juga untuk memberikan manfaat kepada orang lain,” katanya.
Latansa M1 sendiri diikuti 1324 kader PKS perempuan dari sejumlah wilayah di Jawa Timur. Selain Sumenep dan Banyuwangi, peserta juga berasal dari kawasan Malang Raya dan daerah lain yang masuk dalam zona pelaksanaan kegiatan.
Bagi Bagus, kehadiran mereka di Coban Rondo bukan semata-mata untuk mengikuti rangkaian kegiatan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan pembinaan kader.
Ia pun menegaskan bahwa Latansa tidak berorientasi pada kelulusan. Menurutnya, yang lebih penting adalah kehadiran dan kebersamaan para peserta dalam menjalani proses pembinaan.
“Latansa boleh selesai acaranya, tetapi perjuangan tak akan sirna,” ujar Bagus menutup sambutannya.{}









