
Masyarakat benar-benar dihadapkan pada beban yang berat. Naiknya harga BBM (Bahan Bakar Minyak) yang dibarengi dengan penerimaan siswa baru (PSB) dan bulan Ramadan, ternyata berdampak pada sejumlah harga kebutuhan pokok. Mulai dari beras, telur, bawang merah dan bawang putih. Selain ayam potong dan cabe rawit. Tak ayal, melihat kondisi ini membuat daya beli konsumen menurun.
Seperti yang terjadi di Pasar Genteng misalnya, harga telur yang sebelumnya Rp 15 ribu/kg, kini merangkak naik hingga tembus Rp18.500/kg. Berikut dengan harga beras premium yang sebelumnya Rp9 ribu kini naik menjadi Rp10 ribu/kg. Sementara, bawang merah dan putih, sebelumnya hanya berkisar Rp10 ribu/kg kini menjadi Rp22 ribu per kilo. Yang mengagetkan harga cabe rawit yang sebelumnya Rp20 ribu/kg menjadi Rp60 ribu/kg.
“Memang saya melihat sebagian harga kebutuhan pokok tiga hari ini merambat naik meskipun masih wajar. Sentimen pasar pasti ada menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Apalagi barusan saja BBM naik, tentunya hal ini mempengaruhi harga kebutuhan pokok,” tegas Wakil Ketua FPKS Jatim, Yusuf Rohana disela-sela sidak ke Pasar Genteng dan Bendul Merisi, Senin (1/7).
Karenanya, PKS mendesak Pemprov Jatim untuk selalu melakukan operasi pasar sebagai upaya menekan hargasembako. Hal senadal juga diungkapkan Sekretaris FPKS Jatim, Irwan Setiawan. Menurutnya, saat ini masyarakat dihadapkan pada permasalahan yang sangat rumit dan berat. Tak pelak, dari hasil pantauan di lapangan daya beli konsumen saat ini menurun. Jika sebelumnya mereka membawa uang Rp50 ribu cukup untuk belanja telur, beras, gula dan ayam hampir 1 kg, kini mereka hanya mampu membeli telur, beras dan gula.
Hasil sidak ini nantinya akan dibawa ke forum rapat akbar yang dihadiri oleh sejumlah pengurus fraksi DPRD se-Indonesia. Masukan ini penting sebagai bahan PKS untuk mengambil sebuah kebijakan. Mengingat sejak awal PKS paling gethol menolak kenaikan BBM, karena banyak variable yang tidak sesuai dan memberatkan masyarakat. “Yang pasti dari hasil sidak di Surabaya akan kami catat secara detal dan akan menjadi bahan yang akan dibawa dalam rapat akbar di Jakarta. Hasil ini nantinya akan menjadi kebijakan PKS untuk menentukan arah terkait dengan naiknya harga BBM,” papar Irwan. [beritametro]








