Dr H Salim Segaf Al Jufri selaku Menteri Sosial Turun langsung ke Kabupaten Gresik tepatnya di kecamatan Cerme Senin 21/10/13 , dalam sambutanya beliau berpesan “Sebagai kementrian paripurna yang mengurusi orang lahir sampai meninggal, hendaknya didasari niat menolong yang kuat, sehingga rahmat Allah datang”, beliau menjelaskan bahwa untuk menolong orang miskin tidak perlu menunggu anggaran APBD atau lainnya untuk aksi, tetapi lebih mengedepankan Nilai kemanusiaan, sehingga tidak ada lagi orang tua, orang miskin yang terlantar
Dalam kesempatan tersebut beliau memberikan secara simbolis bantuan pembiayaan bedah rumah. Program perbaikan rumah tak layak huni itu diberikan ke pemilik rumah pasangan Timan, 90, dan Ngademi, 80, di Jalan Cerme Kidul III RT 02/2, Cerme, Gresik, Jawa Timur. Selain itu juga disampaikan bantuan berupa kursi roda, alat bantu pendengaran, tongkat untuk berjalan
Selain itu Kementerian juga membangun rumah janda bernama Suyati, 75, warga Desa Dalean RT 1/2, Gurang Anyar, Gresik. Bantuan bedah rumah tidak layak huni diberikan masing-masing senilai Rp10 juta.
Menteri Sosial Salim Segaf mengatakan, nilai bantuan ini tidak seberapa, tapi semangat gotong royong yang harus kembali dihidupkan. “Bukan soal nilai bantuannya,” kata Mensos Salim Segaf Aljufri, di Gresik, Senin 21 Oktober 2013.
Mendapat itu, kedua penghuni bersyukur dan mengaku sangat bahagia. “Saya senang sekali, terima kasih dapat bantuan bedah rumah dari Pak Menteri Sosial Salim Segaf yang memperbaiki rumah ibu saya,” ujar Jumani, anak ketiga Ngademi yang mendapat bantuan bedah rumah.
Di rumah itu, tinggal pasangan yang suami isteri Timan dan Ngademi, selain telah berusia lanjut, Timan sejak lima tahun silam, menderita lumpuh, akibatnya tidak mampu bekerja di ladang. Untuk kebutuhan hidup sehari-hari mereka menggantungkan dari anak keduanya, Mi’an yang tinggal di sebelahnya.
Di Kabupaten Gresik ini bantuan serupa diberikan Kemensos sebesar Rp1,57 miliar.
Pemberian bantuan Mensos Salim Segaf itu disaksikan Bupati Gresik Sambari dan Asisten III Provinsi Jatim, Edi Purwinarto.
Salim menyebut, hingga saat ini di Indonesia sedikitnya masih ada 2,3 juta rumah tak layak huni. “Meski ada Kementerian Perumahan, Kemensos juga bertanggung jawab memperbaiki, dan itu sudah kami lakukan sejak 2005,” kata Salim









