• Tentang PKS Jatim
  • Pendaftaran Anggota
  • Kontak & Alamat
  • Media Sosial Resmi PKS Jawa Timur
PKS Jawa Timur
  • Narasi Aksi
  • Kabar Nasional
  • Kabar Jatim
  • Kabar Daerah
  • Blog
  • Info dan Program
    • Website DPP PKS
    • Sejarah PKS
    • Visi dan Misi
    • Susunan Pengurus
    • Pusat Khidmat
    • Rumah Keluarga Indonesia
    • Kepanduan & Olahraga
    • PKSMuda
      • Chapter PKSMuda
      • Gema Keadilan
      • Garuda Keadilan
    • Komunitas Kreatif
    • Pendaftaran Anggota
  • PPID
    • Profil PPID
    • Visi dan Misi PPID
    • Tugas dan Fungsi PPID
    • Regulasi PPID
    • Struktur PPID Partai Keadilan Sejahtera
    • Form Permohonan Informasi Publik PKS
    • Daftar Informasi Publik Partai Keadilan Sejahtera
No Result
View All Result
DPW PKS Jatim
No Result
View All Result
Home Kabar Jatim

PKS Masih Punya Mimpi Jadi Partai Sederhana danJujur, Bisakah?

21 Oktober 2013
in Kabar Jatim
0
PKS Masih Punya Mimpi Jadi Partai Sederhana danJujur, Bisakah?
Share on FacebookShare on Twitter

pks jatimJakarta – PKS masih punya mimpi menjadi partai sederhana dan jujur. Mimpi ini seperti era Partai Keadilan (PK) dahulu yang penuh dengan kader yang memikat publik. Mungkinkah, dengan kondisi saat ini PKS masih bisa mencapai mimpi itu?
“Kita ingin menyampaikan ke publik, bahwa ada PKS yang beda loh,” kata Kepala Bidang Humas PKS Mardani Alisera dalam surat elektroniknya, Senin (21/10/2013). Mardani punya gambaran soal sederhana dan jujur itu dalam bentuk partai asketis. Berikut
curahan hati dia soal PKS yang diimpikannya. Politik Asketis Dalam sebuah dialog membahas masa depan partai politik Indonesia menjelang 2014 pada medio Februari lalu, Burhanuddin Muhtadi menyampaikan kerinduannya pada parpol aksetis. Partai yang mampu menampilkan kinerja optimal dengan memberikan contoh melalui pengelolaan
keuangan partai yang transparan, menjadikan politik sebagai wadah perjuangan nilai bukan transaksional-pragmatis. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, askétisisme adalah paham yg mempraktikkan kesederhanaan, kejujuran, dan kerelaan berkorban. Jadi, politik asketis adalah pilihan politik yang mengedepankan fungsionalitas dengan menjadikan kesederhanaan, kejujuran dan berkorban jalan hidup. Dalam hiruk pikuk dunia
politik Indonesia menjelang 2014, adakah politik asketis di Indonesia? Pertanyaan ini menarik ditengah rendahnya citra parpol dan politisi di Indonesia saat ini. Bukan
hanya perilaku koruptif yang mengemuka tapi juga masalah etis yang kian jarang terlihat. Sikap kenegarawan, sikap politik perjuangan serta iklim politik yang dinamis namun penuh dengan nuansa saling menghargai jarang dirasakan publik.

Bagi PKS sendiri, hingar bingar berita yang muncul berbeda jauh dengan suasana saat menjelang Pemilu 2004. Bukan berita tentang impor sapi, tentang uang mahar untuk pilkada atau cerita tentang kemewahan. Melainkan cerita yang mempesona publik yang dekat dengan iklim politik asketis. Dalam sebuah perbincangan dengan Mas Silih Agung Wasesa, penulis best seller Political Branding, mengatakan bahwa bukunya tersebut murni
terispirasi oleh apa yang dilakukan PKS pada periode 1999-2004 tatkala jargon bersih dan peduli benar-benar nyata dirasakan masyarakat. Di Yogya, tempat kuliah beliau, klinik pelayanan kesehatan PKS buka 24 jam melayani. Bahkan tidak jarang menjemput pasien. Para dokter dan perawat yang mayoritas kader dan simpatisan, bekerja tekun tanpa berharap imbalan bahkan tak jarang nombok dana sendiri agar klinik tetap berjalan.
Di Kelapa Gading tatkala terjadi banjir besar, kepanduan PKS dengan seragam cokelatnya menolong sampai kepelosok di mana aparatpun kadang sulit menjangkaunya. Banyak diantara yang dibantu itu warga keturunan. Semua dilayani dengan ihsan. Tatkala diberikan imbalan, pejuang keadilan itu dengan senyum tulus menolak sambil mengatakan,” Kami gembira dapat menolong Bapak dan Ibu. Ini peluang pahala dan nilai yang diajarkan oleh PKS pada kami.” Di ranah legislatif, kita temukan gelombang para aleg DPRD PKS yang dengan teguh menolak politik uang. Mulai dari akhYuswar Hidayatullah di DPRD Sumsel dan diikuti oleh kader lain dipelosok Idonesia. Di Pusat sosok Hidayat
Nurwahid yang tampil lugas dengan kebersahajaannya mempesona publik. Salah satu stasiun TV sampai kesulitan untuk membawa peralatannya karena harus masuk jalan sempit menuju rumah Pak Hidayat. Salah satu kenangan indah tatkala pendiri Forum Lingkar Pena ukhti Helvy memindahkan sketsa indah kehidupan kader PKS itu kedalam buku fenomenal Bukan Dari Negeri Dongeng. Bahwa, kesederhanaan, kejujuran dan kerelaan berkorban itu bukan hanya ada dalam nash Al Qur’an atau tuturan baginda
Nabi Muhammad SAW atau teks buku akhlaq tapi wujud dalam sekumpulan orang-orang biasa yang terduduk dalam madrasah tarbiyah dalam lingkungan kader PKS. Satu dekade telah berlalu. Panggung politik kini banyak dihiasi cerita pak Jokowi yang blusuka mendengar dan menyapa masyarakat. Di banyak hasil survei, popularitas dan elektabilitas Jokowi jauh mengungguli calon yang nota bene sudah beriklan untuk menjadi salah satu kandidat Presiden RI. Profil Jokowi yang merendah, blusukan, mendengar dan mencoba sibuk melayani masyarakat sebetulnya mengulang kembali pesan bahwa publik dari dulu
memiliki nurani dan connected dengan organisasi, orang atau siapun yang memang fokus menjalankan politik asketisme ini. Kita, para aktivis dakwah, sebenarnya sejak awal diingatkan menjalankan sikap ini. Imam Hasan Al Bana, pernah menggadaikan rumah tanpa ada seorangpun yang tahu untuk membiayai dana bulanan beberaga keluarga
dakwah yang sang suami sedang ‘sekolah’ di madarasahnya Nabi Yusuf. Kata Imam Hasan Al Bana,” Andai masyarakat tahu, kita lebih mencintai mereka ketimbang kita mencintai keluarga kita sendiri.” Sehingga wajar tatkala seorang ikhwah mengingatkan dulu 90% waktu kita untuk dakwah dan hanya 10% untuk diri dan keluarga. Sekarang, kita para aktivis dakwah, perlu berbenah agar harapan publik pada politik asketis bisa terwujud.

Previous Post

Luthfi Doakan SBY

Next Post

Gresik kedatangan Mensos

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Archive

TERBARU

Ketua PKS Jatim Hadiri Ujian Doktoral Reni Astuti di Unair, Apresiasi Kontribusi Ilmu untuk Politik Berkualitas

Hari Buruh dan Masa Depan Dunia Kerja: Menjaga Keseimbangan antara Investasi dan Kesejahteraan

PKS Jatim Terima Kunjungan Konsulat Jenderal Tiongkok, Bahas Peluang Kerja Sama Lintas Sektor

Dari Pekarangan ke Ketahanan Nasional: Semangat Milad PKS Bangun Kemandirian Pangan

Angka Perceraian Jadi Perhatian, PKS Jatim Silaturahim ke Aisyiyah dan Tokoh Perempuan di Hari Kartini

Presiden PKS Tekankan Meritokrasi dan Kualitas Pemimpin di Tengah Demokrasi Popularitas

KUNJUNGI JUGA











DPW PKS JAWA TIMUR
Jl. Penjaringan Asri Blok J1 nomor 5 RT.3 RW.6
Kelurahan Penjaringan Sari Kec. Rungkut Kota Surabaya Kodepos 60297 | (031) 87865555
https://goo.gl/maps/E2swa3JPct2RvsBu9

 

Copyright © 2021. Website Resmi PKS Jawa Timur dikelola oleh Humas PKS Jatim.

No Result
View All Result
  • Narasi Aksi
  • Kabar Nasional
  • Kabar Jatim
  • Kabar Daerah
  • Blog
  • Info dan Program
    • Website DPP PKS
    • Sejarah PKS
    • Visi dan Misi
    • Susunan Pengurus
    • Pusat Khidmat
    • Rumah Keluarga Indonesia
    • Kepanduan & Olahraga
    • PKSMuda
      • Chapter PKSMuda
      • Gema Keadilan
      • Garuda Keadilan
    • Komunitas Kreatif
    • Pendaftaran Anggota
  • PPID
    • Profil PPID
    • Visi dan Misi PPID
    • Tugas dan Fungsi PPID
    • Regulasi PPID
    • Struktur PPID Partai Keadilan Sejahtera
    • Form Permohonan Informasi Publik PKS
    • Daftar Informasi Publik Partai Keadilan Sejahtera

Copyright © 2021. Website Resmi PKS Jawa Timur dikelola oleh Humas PKS Jatim.