
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un..
Kabar duka kembali menyelimuti bangsa Indonesia. Ketika Gus Ipang Wahid melalui akun twitter nya mengabarkan kepergian ayahanda beliau, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), keharibaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sosok Gus Sholah adalah panutan bagi bangsa ini. Sikapnya selalu konsisten dalam moderasi. Beliau adalah teladan dalam kehidupan berdemokrasi. Pilihannya selalu didasarkan pada objektivitas, rasionalitas, dan kemaslahatan bagi ummat, bangsa, dan negara. Baik itu pada posisi dimajukan rakyat sebagai kandidat, maupun ketika dimintai “fatwa” tentang pilihannya dalam aneka kontentasi demokrasi, mulai pilkada hingga pilpres.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) beruntung dapat merasakan kebeningan sikapnya. Ketua Umum DPW PKS Jatim Irwan Setiawan menuturkan, Gus Sholah adalah rujukan bagi PKS Jatim dalam membangun bangsa. “Kami selalu sowan kepada beliau. Sebelum pemilu lalu kami bersama Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim mendengarkan pandangan-pandangan dan masukan beliau. Dan itu sangat mencerahkan. Kami pegang nasihat-nasihat beliau sampai sekarang,” ujar Irwan.
Saat Haul Gus Dur di 21 Desember 2019 lalu, Gus Sholah juga dengan pandangannya yang jernih, memberikan sambutan pada Seminar Nasional di Pesantren Tebuireng tersebut. “Saat itu Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf didapuk menjadi salah satu pembicara oleh beliau. Sebelumnya kami pun bercengkerama di kediaman. Dan mendengarkan wejangan-wejangan beliau. Kami tak menyangka itulah saat terkhir kami bertemu,” kenang Irwan saat ditemui usai melaksanakan shalat jenazah di Tebuireng yang diimami oleh KH Fahmi Amrullah Hadzik (Gus Fahmi). Tampak pula mendampingi Wakil Ketua Umum DPW PKS drh. Suhartono, juga para pengurus DPW dan DPD PKS Jombang.
Sementara itu, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menilai Gus Sholah adalah seorang ulama’, kyai yang tawadlu’ karena bisa diterima semua kalangan.
“Tak hanya kalangan umat Islam tapi seluruh Indonesia. Karena kita bagian dari negeri ini maka kita kehilangan tokoh bangsa dan panutan,” kata Sohibul saat takziah di kediaman Gus Sholah di Jalan Bangka Raya, Jakarta Selatan, Senin (3/2/2020).
“Kebetulan dua bulan lalu saya ke sini, ngobrol dengan beliau. Kesan yang paling dalam adalah beliau bukan hanya memiliki pemahaman agama yang luar biasa. Melainkan juga wawasan kemasyarakatan, wawasan ilmu yang sangat luar biasa. Yang keluar dari beliau itu selalu memberikan hikmah yang luar biasa,” kata dia.
“Buat kami, kami merasakan ini sebagai pelita di dalam perjalanan kami,” kata Sohibul menambahkan.
Nampak pula bertakziah, Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri.
Sementara Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid ditunjuk untuk memimpin do’a di depan jenazah sebelum jenazah Gus Sholah diberangkatkan ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Senin (3/2). Jenazah diberangkatkan melalui Bandara Halim Perdanakusumah, Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
“Sejak kemarin sore di rumah sakit jam lima sore dan malam saya juga ikut mensholatkan jenazah beliau. Semalam saya sebenarnya juga diminta mendoakan beliau setelah tahlilan,” tutur dia.
“Doa kita pasti sama, mendoakan beliau agar husnul khatimah, keluarga diberikan ketabahan dan kita bisa melanjutkan perjuangan beliau,” tutur Wakil Ketua MPR RI ini.
Selamat jalan Kyai, wejanganmu akan selalu kami pegang, dan konsistensimu akan selalu kami teladani.









