Sebanyak 911 perlintasan Kereta Api di Jatim rawan kecelakaan. Pasalnya, diperlintasan tersebut tak ada penjaga palang pintu kereta api dan tak dilengkapi Early Warning System (EWS).
“Kami dapat data dari Dishub dan LLAJR Jatim jumlah perlintasan yang rawan laka lantas ada 911. Tak adanya palang pintu dan EWS karena keterbatasan anggaran yang dimiliki Dishub dan LLAJR Jatim. Ini sangat memprihatinkan,” ungkap wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Hamy Wahyunianto saat dikonfirmasi di Surabaya, Senin (2/1).
Mantan Ketua DPW PKS Jatim ini mengatakan saat ini jumlah perlintasan KA di Jatim ada 1.465 buah. Namun yang sudah memiliki palang pintu hanya sebanyak 554 buah. Sedangkan perlintasan yang belum memiliki penjaga sebanyak 911 buah.
Untuk itu Hamy berharap PT Kereta Api Indonesia (KAI) ikut membantu pembiayaan untuk memasang palang pintu atau EWS di perlintasan KA yang belum memiliki palang pintu. Tujuannya, supaya angka kecelakaan di perlintasan KA bisa diminimalisir.
“Kemampuan APBD Jatim sangat terbatas, tentu kami juga berharap PT KAI ikut membantu pengadaan palang pintu atau EWS,” harapnya.
Sementara itu, dari data Dinas Perhubungan dan LLAJR Jatim diketahui selama 2016, jumlah EWS yang sudah terpasang di perlintasan kereta api di Jatim ada 299 buah. Dan di tahun 2017, pihak Dishub dan LLAJR Jatim menargetkan ada peningkatan pemasangan EWS sebanyak 336 EWS.
(skalanews.com, 2/1/2017)









