
SURABAYA – Pandemi Covid-19 telah mengubah rutinitas mayarakat, segala sesuatu dilakukan di rumah baik WFH (Work From Home) maupun SFH (Study From Home). Dengan demikian keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam hal ini. Pada Ahad (12/4) divisi Ketahanan Keluarga GENTA PKS Jatim berhasil menyelenggarakan kulwap (kuliah whatsapp) yang bertemakan “Kehangatan Keluarga Hilangkan Kecemasan”. Kulwap ini diisi oleh Lina Ariyani, S.Si., Apt., Ketua BPKK DPW PKS Jatim sekaligus penanggungjawab Apoteker Klinik di Sidoarjo dan Andham Asih, S.Psi, Pembina tetap karyawati PT. PELINDO III dan PT. DLU.
Dalam kulwap yang diikuti oleh 148 peserta ini dijelaskan bahwa dalam hidup sudah barang pasti ada ujian. “Yang namanya ujian pasti soalnya baru. Baru kita tahu soalnya dan kita berusaha mendapatkan jawaban”, ungkap Lina Ariyani kepada peserta kulwap. Ujian yang saat ini sedang kita hadapi yaitu wabah Covid-19.
Dalam penanganan wabah ini pemerintah sudah menerbitkan beberapa peraturan, seperti PP No. 21 Tahun 2020 untuk menerapakan PSBB, SE.HK.02.01/MENKES202/2020 tentang protokol isolasi diri sendiri dalam penanganan virus corona, SE Menteri Agama No.6 Tahun 2020 tentang panduan beribadah di tengah wabah, SE Gubernur Jatim No.443/4146/201.3/2020 agar kepala daerah kab/kota melakukan kewaspadan terhadap virus corona atau Covid-19. Selain beberapa peraturan diatas ada berbagai anjuran pemerintah seperti stay at home, work from home, menggunakan masker, rajin cuci tangan, dan seterusnya.
Dengan semakin memburuknya keadaan, maka kecemasan hampir tidak bisa dihindari. Maka perlu untuk kita mengenali gejala kecemasan berlebih dan melakukan manajemen kecemasan. Gejala kecemasan berlebih seperti mudah lelah, selalu merasa gelisah, sulit berkonsentrasi, otot terasa tegang, merasa panik, takut, dan seterusnya. Ketua BPKK PKS Jatim ini menutup diskusinya dengan mengutip perkataan Ibnu Sina/Avicena bahwa, “Kegelisahan adalah separuh penyakit. Ketenangan adalah separuh obat. Kesabaran adalah pangkal kesembuhan.”
Mengingat anjuran dari pemerintah untuk melakukan semua kegiatan dirumah aja, baik kerja maupun belajar, maka lingkungan kondusif keluarga, keluarga dengan penuh kehangatan sangatlah dibutuhkan untuk mendukung program ini. “Anak-anak akan bisa belajar dengan tenang kalo di rumahnya penuh kehangatan. Apalagi dengan situasi krisis seperti sekarang ini, bayangkan bunda, ayah, apakah anak-anak bisa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan sekolah dengan melihat wajah bundanya cemberut, atau sedih?”, tutur Andham Asih
Kehangatan keluarga menjadi hal yang sangat penting untuk bisa meningkatkan ibadah kepada Allah, menangkal kecemasan, mendidik anak menjadi shalih ataupun shalihah, mempermudah rizki, berperan aktif dalam masyarakat, serta berdasarkan penelitian bisa memperpanjang umur. Untuk membangun kehangatan keluarga hal yang menjadi perhatian besar adalah dalam berkomunikasi dan saling mengerti satu sama lain mengingat kecenderungan laki-laki berbeda dengan wanita, tentunya dengan memperhatikan setiap perkataan yang keluar. Dalam bertutur kata Al-Qur’an telah menjelaskan diantaranya, Qaulan Layyina atau perkataan lemah lembut (QS 20:44), Qaulan Baligha atau perkataan yang komunikatif (QS 4:63), Qaulan Maisura atau perkataan yang mudah (QS 17:28), Qaulan Karima atau perkataan yang mulia (QS 17:23), Qaulan Sadiidan atau perkataan yang jelas (QS 4:9, 33:70), Qaulan Tsaqilan atau perkataan yang berbobot (QS 73:5), Qaulan Ma’rufa atau perkataan yang pantas (QS 2:235, 4:5&8, 33:32)
Diakhir materi wanita lulusan psikologi ini memberikan tips WFH ataupun SFH yang fun and no boring, diantaranya mengadakan family meeting, membuat program kerja keluarga, menyusun kegiatan-kegiatan bersama yang menyenangkan, serta menggali hobi baru yang produktif.








