
BANYUWANGI – Irwan Setiawan, anggota Komisi C DPRD Jawa Timur asal Fraksi PKS dikenal paling rajin turun ke pelosok desa. Khususnya desa-desa di daerah pemilihan (Dapil) 3 Jawa Timur, yang meliputi Kabupaten Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso. Berbagai potensi usaha di desa-desa disambangi. Hal itu sebagai langkah Irwan dalam rangka menggali potensi konstituen.
Dengan sabar, Irwan mendengarkan uneg-uneg, aspirasi, bahkan angan-angan dari para pengusaha di desa- desatersebut Segala aktivitas blusukan dan aspirasi yang diserap oleh Irwan itu dicatat menjadi sebuah majalah bernama “Sambang Desa”. Termasuk profil-profil usaha prospektif dari desa-desa yang telah dikunjunginya.
Usaha peternakan kambing etawa milik Hariyanto menjadi salah satu contohnya. Usaha peternakan di klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi itu diberi nama ”Eduwisata Kambing Etawa”. Hariyanto bercita-cita mengembangkan kampung susu etawa bersama kelompok yang terdiri dari 20 peternak. Masing-masing peternak memelihara sepuluh ekor kambing etawa.
Irwan juga perkebunan kopi rakyat seluas 3,5 hektare milik Taufik di Kelurahan Gombengsari, Kecamaran Kalipuro, Banyuwangi. Pria usia 34 tahun itu juga memilih gagasan mengembangkan eduwisata dengan mengenalkan cara produksi kopi secara tradisional. Dia juga mengenalkan berbagai jenis kopi, seperti robusta,excelsa, dan lainnya. Taufik kini telah memasarkan kopi merek “Lego” dalam bentuk Bean Pearl atau kopi yang sudah siap disangrai.
Kunjungan Irwan tak hanya di peternakan dan perkebunan. Dia juga menyambangi tempat wisata tubing di Pakisan, Desa/ Kecamatan Tlogosari, Bondowoso. Sebelum menjadi tempat permainan memacu adrenalin itu, Suyanto bersama para pemuda seusia SMPdan SMA melakukan bersih-bersih sungai. Selanjutnya, permainan tubing itu dikolaborasi dengan kuliner khas desa setempat menjadi paket wisata yang menarik. Suguhan kuliner khas seperti klepon, lemet. dan tape pisang terasa maknyus dinikmati sembari menyeruput kopi liberika atau nangka, robusta, kopi lanang, dan arabica.
Dalam rangka menyerap aspirasi, Irwan juga menemui komunitas Kansas di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo. Kansas merupakan plesetan dari “Komunitas Anak Nakal Saatnya Sadar”. Sebelumnya pemuda pesisir Panarukan itu terperangkap dalam gaya hidup mabuk-mabukan. Namun kini telah bermetamorfosir dengan berdakwah dan beribadah.
Kerajinan juga mendapatkan perhatian dari Irwan. Salah satunya kerajinan piring lidi Banyuwangi bernama Suliono. Irwan mengunjungi usaha yang telah ekspor ke berbagai negara itu, antara lain Thailand, Malaysia, Jepang, dan Australia. Produknya ada 20 model, diantaranya piring, nampan, mangkok, tutup saji, dan lepek. Usaha Suliono mampu menyerap tenaga kerja 70 ibu-ibu tetangga, yang bisa membawa pulang bahan baku untuk dikerjakan di rumah masing-masing.
Petani buah naga juga mencuri perhatian Irwan. Triono, pengurus kelompok masyarakat petani buah naga “Mawar Barokah” di Dusun Krajan, RT 4 RW 6 Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Kelompok masyarakat petani itu telah mengembangkan tiga jenis buah naga, yakni merah, putih, serta merah dan hitam. Kepada Irwan, Triono mengaku belum mengembangkan pemasarannya, karena mata rantainya sangat panjang.
Irwan mengaku bahwa DPRD Jatim mendorong Banyuwangi menjadi pusat penumbuhan ekonomi baru di Provinsi Jatim. Bahkan, Banyuwangi bisa menjadi pintu gerbang perdagangan Jatim dengan kawasan Timur Indonesia. Potensi budaya dan pariwisata juga menjadi nilai tambah. “Banyuwangi juga cocok menjadi basis agrobisnis di Jatim, karena memiliki banyak keunggulan, seperti durian Songgon dan Glenmore. Durian merah, buah naga, dan tanaman tebu,” ungkapnya.
Selama mendapat amanah sebagai legislatif Provinsi Jatim, Irwan telah mengunjungi 64 kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso melalui kegiatan “Sambang Desa”. Selain bertemu struktur dan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Irwan juga bertatap muka dengan banyak tokoh masyarakat dari berbagai kalangan. Hasilnya adalah bermacam persoalan yang disampaikan oleh masyarakat untuk mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Lebih dari 200 desa telah berhasil diperjuangkan oleh Irwan untuk mendapatkan perhatian Pemprov Jatim. Mulai dari pembangunan infrastruktur, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, pemberdayaan ekonomi untuk pemuda dan perempuan, serta perhatian kepada kelompok tani.
(Dikutip dari Radar Banyuwangi, 30 Maret 2017)









