Ketua DPW PKS Irwan Setiawan mendapatkan kesempatan menjadi nara sumber dalam Wawasan Kebangsaan di Situbondo dan Banyuwangi, 19 dan 20 Februari 2022 yang menjelaskan kepada puluhan peserta yang hadir.
“Wawasan kebangsaan ini mengamanatkan kepada seluruh bangsa agar menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan,” tegasnya.
Wawasan kebangsaan menurutnya akan menentukan cara bangsa mendayagunakan kondisi geografis negara, sejarah, sosio-budaya, ekonomi dan politik serta pertahanan keamanan dalam mencapai cita-cita dan menjamin kepentingan nasional.
“Wawasan kebangsaan juga menentukan bangsa menempatkan diri dalam tata berhubungan dengan sesama bangsa dan dalam pergaulan dengan bangsa lain di dunia internasional.” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dengan wawasan kebangsaan mengandung komitmen dan semangat persatuan untuk menjamin keberadaan dan peningkatan kualitas kehidupan bangsa dan menghendaki pengetahuan yang memadai tentang tantangan masa kini dan masa mendatang serta berbagai potensi bangsa.
Selain memahami wawasan kebangsaan, Irwan juga menyampaikan tentang 4 pilar kebangsaan yang harus dipahami masyarakat.

Keempat pilar kebangsaan itu, ia menyampaikan juga sering disebut dengan 4 Konsesus Dasar Berbangsa dan Bernegara. Dengan memahami empat pilar kebangsaan ini, bangsa Indonesia akan kuat menghadapi berbagai ancaman disintegrasi bangsa.
Keempat pilar itu, ia melanjutkan adalah Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Memahami dan menghayati keempatnya membuat bangsa Indonesia semakin kuat dan semakin kokoh meskipun terdiri dari banyak suku. Siap berjuang untuk NKRI?” tanyanya kepada peserta yang disambut dengan jawaban serentak dari peserta, “Siaaap.”
Dalam kesempatan itu, Ketua Fraksi PKS PBB dan Hanura Dwi Hari Cahyono menyampaikan bahwa sebenarnya Pancasila sudah mendarahdaging di masyarakat Indonesia.
“Saya pikir Pancasila sudah ngelontok, dalam kehidupan sehari-hari juga sudah dipraktikkan sehari-hari. Hanya perlu terus dikuatkan.” ujarnya.
Pancasila, ia menjelaskan menampung semua perbedaan di Indonesia, menampung semua agama, semua suku, bahasa, semua bisa menjadi satu dalam keanekaragaman.
Anggota DPRD Jawa Timur dari PKS Lilik Hendarwati juga menyampaikan hal senada. Ia kemudian berpesan kepada peserta yang hadir agar tetap memegang teguh berbagai hal yang sudah dicanangkan oleh founding father Indonesia.
“Para pendahulu kita itu sudah membangun konsep bangsa Indonesia yang melampaui masanya saat itu sehingga masih relevan hingga saat ini,” tegas Lilik. {}









