Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, menegaskan bahwa program Pendampingan 1.600 UMKM yang digelar PKS Jawa Timur merupakan salah satu jawaban konkret atas tantangan ekonomi yang dihadapi generasi muda, khususnya Generasi Z, di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat.
Hal tersebut disampaikan Bagus saat Kick Off Launching Program Pendampingan 1.600 UMKM PKS Jawa Timur, Sabtu (24/1/2026).
Menurutnya, banyak anak muda saat ini memiliki semangat dan kreativitas tinggi, namun belum sepenuhnya didukung oleh ekosistem, pendampingan, dan mentor yang memadai.
“Generasi Z punya potensi besar, mereka ini punya semangat mencoba hal yang baru san menantang, kami akan menyiapkan pendampingan, dan jejaring. Ini bisa jadi solusi agar anak-anak mampu membangun usaha yang berkelanjutan,” ujar Bagus.
Bagus mengapresiasi langkah Bidang Pembinaan UMKM, Ekonomi Kreatif dan Koperasi (BORMKraf) DPW PKS Jawa Timur yang menginisiasi program pendampingan berskala besar ini. Ia menilai, pendampingan yang dilakukan secara konsisten selama satu tahun penuh menunjukkan keseriusan PKS dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Ini bukan sekadar pelatihan sesaat, tetapi pendampingan berkelanjutan. Harapannya, UMKM bisa naik kelas, pendapatan meningkat, dan kesejahteraan keluarga ikut terangkat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan UMKM, Ekonomi Kreatif dan Koperasi (BOEMKraf) DPW PKS Jawa Timur, Wahyu Hermanto, menjelaskan bahwa program ini diikuti oleh 1.600 peserta UMKM dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur, dengan komposisi 150 peserta mengikuti secara offline dan 1.450 peserta secara online.
“Pendampingan dilakukan selama satu tahun, dengan pertemuan dua kali setiap bulan. Peserta mendapatkan materi terstruktur, mulai dari mindset bisnis, analisis pasar, strategi penjualan, hingga pengembangan usaha,” jelas Wahyu.
Ia menambahkan, setiap peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mendapatkan mentor di daerah masing-masing. Para mentor akan mendampingi peserta dalam menerapkan tugas-tugas langsung di usaha mereka, sehingga pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas.
“Target kami sederhana tapi berdampak: setelah satu tahun pendampingan, omzet dan pendapatan UMKM meningkat.
Bahkan kami berharap, dari 1.600 UMKM ini akan lahir pengusaha-pengusaha menengah baru, termasuk dari kalangan Gen Z,” ungkapnya.
Wahyu menegaskan bahwa program ini terbuka untuk anggota PKS, simpatisan, relawan, hingga masyarakat umum.
Ke depan, PKS Jawa Timur juga menyiapkan kelas lanjutan bagi UMKM yangsudah tumbuh, seperti kelas digital marketing, penguatan SDM, hingga pembentukan tim usaha.
“Ini gerakan berkelanjutan. UMKM yang sudah maju nanti kami dorong menjadi mentor bagi UMKM lainnya. Dengan begitu, ekosistem ekonomi kerakyatan bisa terus tumbuh dan saling menguatkan,” pungkas Wahyu.{}









