Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur memastikan komitmennya untuk terus membersamai warga terdampak banjir di Aceh Tamiang dengan kembali memberangkatkan relawan kemanusiaan kloter ke-4 pada Sabtu (3/12).
Langkah ini diambil karena kondisi pemulihan pascabanjir di wilayah tersebut masih membutuhkan pendampingan jangka panjang.
Ketua Bidang Kepanduan dan Bela Negara (BKBN) DPW PKS Jawa Timur, Kukuh Nurma Nugroho, menjelaskan bahwa kloter ke-4 akan menggantikan relawan sebelumnya yang telah bertugas selama kurang lebih tiga pekan di lokasi bencana.
“Relawan memang harus bergiliran. Setiap sekitar 21 hari dilakukan pergantian agar pendampingan tetap optimal dan relawan tetap prima. Kloter ke-4 ini akan melanjutkan fokus pemulihan warga,” ujar Kukuh.
Ia menyebutkan, sebanyak 10 relawan akan diberangkatkan dalam kloter ini, dengan latar belakang keahlian yang beragam. Tidak hanya medis, relawan juga memiliki kemampuan di bidang kebersihan lingkungan, pertanian, hingga teknis bangunan ringan, sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Kukuh menegaskan, kehadiran relawan PKS Jawa Timur bukan sekadar respons darurat, melainkan bentuk pendampingan kemanusiaan jangka panjang. Hingga kini, relawan PKS telah berada di Aceh Tamiang lebih dari 50 hari sejak bencana terjadi.
“Kami ingin benar-benar membersamai warga. Bukan datang sebentar lalu pulang. Selama masyarakat masih membutuhkan, PKS Jawa Timur akan terus hadir,” tegasnya.
Dengan keberangkatan kloter ke-4 ini, PKS Jawa Timur berharap proses pemulihan warga Aceh Tamiang dapat berjalan lebih cepat, sekaligus mengurangi dampak kesehatan dan sosial akibat bencana banjir yang berkepanjangan.{}









