TULUNGAGUNG- Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengunjungi langsung beberapa Bakal Calon Anggota Dewan (BCAD) PKS di Tulungangung. Di depan BCAD, Syaikhu meminta para bakal caleg itu totalitas memenangkan PKS di 2024.
Bakal caleg yang berkumpul pada Rabu, 28 September itu berasal dari BPD 6 yang meliputi Kota dan Kabupaten Blitar, Kota dan Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung.
Menurutnya, menjadi anggota legeslatif dari PKS merupakan bagian dari upaya memperjuangkan rakyat dari jalur politik.
“Saya bahagia sekali dengan konsolidasi ini. Terima kasi para tokoh yang berkomitmen berjuang dan berkomitmen memenangkan PKS. Tujuannya kita sama, untuk memperbaiki kondisi negeri tercinta ini,” tegasnya.
Ia menyampaikan, bahwa masyarakat sering tidak setuju dengan berbagai kebijakan pemerintah seperti kebijakan kenaikan BBM bersubsidi, UU cipta kerja dan seterusnya.
“Seperti yang sudah disaksikan bersama, PKS terdepan menolak berbagai kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Hanya karena keterbatasan kursi, kami belum optimal,” kata Syaikhu.
Menurutnya, jika banyak kursi yang bisa didapat PKS, perjuangan memperjuangkan rakyat akan lebih terasa.
Syaikhu menyebut, berdasarkan hasil survey dari beberapa lembaga survey, PKS ada angka 4 hingga 9 persen.
Padahal, menurutnya, 5 tahun lalu, hasil survey menyebut PKS ada di angka 1-3 persen.
“Biasanya ada faktor kali. Lima tahun lalu, hasil survei 1 hingga 3 persen, ternyata dapatnya 8,2 persen. Semoga 2024, hasil kalinya juga banyak. Semua tergantung berbagai upaya kita,” katanya.
Selain di struktur PKS, menurutnya caleg merupakan kunci kemenangan PKS di 2024.
Menanggapi hal itu, Ketua DPW PKS Jatim menyampaikan bahwa sudah banyak tokoh masyarakat yang sudah menyatakan diri siap berjuang bersama PKS.
“Tokoh-tokoh itu dari banyak elemen, baik dari tokoh agama di masyarakat, ormas nasional atau tokoh-tokoh yang selama ini dianggap sebagai nasionalis,” kata Irwan.
Menurut pengakuan para tokoh yang akan menjadi BCAD PKS itu, lanjut Irwan, mereka sudah mengamati sepak terjang PKS baik di legeslatif, maupun masyarakat.
“In syaa Allah PKS Jatim, wes wayahe Allahu akbar, merdekaa!!”









