Peternak sapi perah di Kecamatan Sendang Tulungagung merasa semakin terhimpit dengan naiknya harga bahan baku konsentrat yang menjadi ramuan untuk meningkatkan produksi susu sapi perah.
Hal ini disampaikan saat Presiden PKS Ahmad Syaikhu berkunjung ke peternak sapi perah di Kabupaten Tulungagung Jumat 18 Maret 2022.
Catur, salah satu peserta yang hadir yang mengeluhkan hal itu. Menurutnya, meskipun perusahaan seperti Nestle selalu mau membeli, namun jika dihitung pengeluaran yang semakin bertambah karen harga konsentrat yang kian tinggi, akan jadi minus.
Kepala Desa Sendang yang juga peternak dan pengurus Koperasi Unit Desa (KUD) Suwarto membenarkan bahwa saat ini peternak mendapati tantangan yang tidak mudah karena konsentrat yang harganya naik.
Menurutnya, kebutuhan untuk produksi susu sapi ada 3. Pertama air, kedua makanan, dan ketiga konsentrat.
Suwarto berkeyakinan, naiknya harga konsentrat karena imbas perang Rusia – Ukraina yang saat ini sedang berlangsung.
“Harga konsentratnya naik sejak krisis Rusia Ukraina. Kalo sudah naik harganya tidak bisa turun. Dulu Rp. 6.200, sekarang bisa mencapai Rp. 7.400 an,” katanya mengeluhkan.
Dulu, ia juga bercerita tentang makin terhimpitnya peternak ayam petelor yang ada di daerahnya.
Permasalahnya juga sama, harga konsentrat makin naik. Tak hanya itu, untuk peternak ayam petelor tantangannya lebih sulit, karena pasar telor sudah dikuasai perusahaan besar.
Dulu, peternak mandiri ini bisa bertahan, namun saat ini kalah dengan kemitraan dengan perusahan besar.
“Konsentrat mahal, pasar kalah dengan perusahaan besar, sementara harga telor stagnan. Lama-lama, akan mati dengan sendirinya para peternak ini,” tegasnya.
Ia berharap PKS bisa membantu memberikan edukasi-edukasi untuk meningkatkan SDM peternak.
“Mohon sentuhan-sentuhannya, khususnya SDM. Kami butuh pancingnya, bukan disediakan ikannya. Karena disediakan ikannya pun akan cepat habis,” ujarnya.
Menanggapi keluhan para peternak di Tulungagung ini, Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyampaikan sudah berkomunikasi dengan para pakar di bidang pertanian dan peternakan.
Dari komunikasi itu, ia menyampaikan, akan berusaha mencari solusi agar para petani dan peternak tidak tergantung dengan konsentrat yang impor, agar margin yang didapat para peternak dan petani lebih banyak.
Ia juga mengapresiasi permintaan peternak untuk mengupgrade SDM, bukan dalam bantuan tunai.
“Ini saya sangat setuju. Monggo, berbagai usulan konkritnya disampaikan ke kami, di sini ada Ketua DPW PKS Jatim, Pak Irwan, ada juga temen-temen dari DPD PKS Tulungagung,” kata Syaikhu.
Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan dalam kesempatan iru menyampaikan bahwa PKS Jatim siap mensupport para peternak. Kehadiran Presiden PKS di Tulungagung secara khusus kami agendakan dengan para peternak sapi perah. Sebagai wujud perhatian kami kepada para peternak.
“Kami punya bidang khusu yang menangani ini hal ini. In syaa Allah segera kami bicarakan bagaimana teknisnya, apa programnya. Kami memiliki kegiatan sekolah ternak, yang bisa menjawab kebutuhan support pembinaan SDM untuk para peternak. Namun selain itu, perihal kebijakan pemerintah juga perlu terus didorong agar dapat berpihak kepada kesejahteraan para peternak.” ujar pria 46 tahum itu.{}









