SITUBONDO- Jelang HUT RI ke-78, Majelis Cahaya Sholawat memperingati hari jadi ke-5 di Pantai Dubibir Ketah Situbondo, Rabu 16 Agustus 2023. Berbagai doa dan harapan terlantunkan. Suasana semarak kemerdekaan terlihat dari bendera merah putih yang dibawah oleh para jamaah majelis sholawat.
Ketua DPW PKS Jatim yang turut terundang dalam kegiatan itu, mengaku sangat bersyukur selalu bisa berkesempatan menghadiri berbagai majelis sholawat.
“Adem, nasihat kiai dan habaib selalu menguatkan perjuangan. Sangat istimewa karena kali ini bertepatan dengan malam 17 Agustus. Spirit perjuangan kemerdekaan sangat terasa,” kata Irwan.
Seperti biasanya, Irwan hadir dan duduk bersama para kiai dan habaib di panggung yang sama.
“Selamat milad untuk Majelis Cahaya Sholawat Situbondo. Semoga semua diberikan kelimpahan berkah oleh Allah subhanahu wa ta’ala,” ungkap Kang Irwan.
Menurut Habib Ali Assegaf, Majelis Cahaya Sholat ini ada di bawah naungan Majelis Sholawat Terak Mancorong yang kerap menggelar sholawatan di Pantai Tampora Situbondo.
Habib Ali juga menjelaskan bahwa kedua majelis sholawat ini diprakarsai oleh pengasuh Ponpes Wali Songo Situbondo KHR Moh Kholil As’ad.
“Perjalanan Majelis Cahaya Sholawat tidak terasa ternyata sudah sangat lama, 5 tahun. Mudah-mudahan para pecinta sholawat dan Nabi tersambung di dunia hingga ke akhirat. Mudah-mudahan tambah barokah dan makin diridhoi Allah,” kata Habib Ali.
Dalam kegiatan itu, KH Kholil juga berkesempatan memberi nasihat. Dalam tausiyahnya, ia meminta jamaah untuk bersyukur atas kemerdekaan Indonesia.
“Mudah-mudah kita menjadi orang yang pandai bersyukur atas kemerdekaan Indonesia. Juga diberi kemampuan untuk meneladani para pejuang,” harapnya.
Ia berpesan bahwa tugas manusia di dunia ini hanya menghamba pada Allah subhanahu wa ta’la.
“Kita ini tak layak untuk sombong. Karena semua yang kita miliki di dunia ini hakikatnya hanya atas nama. Rumah, tanah, mobil hanya atas nama saja. Pemiliknya itu Allah. Semua milik Allah,” kata kiai karismatik itu.
Ia juga menjelaskan, orang yang sukses itu tak akan bisa sukses tanpa disertai ridho Allah ta’ala. Sewaktu-waktu, Allah bisa mencabut kenikmatan siapa saja.
“Tak ada yang aman kecuali jika kita terhindar dari murka Allah,” tegasnya.{}









