frontpage hit counter
Beranda Narasi Aksi Mari Beradaptasi, Agar Keluarga Kokoh di Tengah Pandemi

Mari Beradaptasi, Agar Keluarga Kokoh di Tengah Pandemi

Lina Ariyani (kiri) bersama Pengurus BPKK DPP PKS Diah Nurwitasari

Oleh : Lina Ariyani, S.Si., Apt.

Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPW PKS JAWA TIMUR

 

Tak terasa sudah lebih dari lima bulan gelombang wabah melanda dunia. Badai yang mengubah banyak tatanan kehidupan, termasuk keluarga. Ayah yang biasanya berangkat pagi, pulang petang saat ini lebih banyak di rumah. Bisa jadi karena alasan WFH agar social distancing dapat terjaga, atau juga alasan PHK karena tempatnya bekerja tak mampu lagi menggajinya.

Anak yang biasanya berangkat sekolah pagi pulang lewat tengah hari, kini harus menjalani sekolah dari rumah. Mengerjakan tugas-tugas sekolah melalui media daring. Membuat foto, video untuk bahan laporan pembelajaran ke sekolah. Bagi anak usia SMP dan SMA mungkin lebih mandiri, tapi yang masih SD sekolah yang pindah ke rumah cukup menghebohkan para orang tua dengan segala dinamikanya.

Sementara Ibu, yang biasanya dapat sejenak bersantai karena anggota keluarganya jarang di rumah sekarang full ditemani orang-orang tersayang dengan segala dampak yang ditimbulkan. Memasak dengan porsi yang lebih banyak sementara penghasilan mulai tergganggu akibat wabah. Menjadi guru dadakan yang menyebabkan anggaran kuota meningkat drastic. Termasuk kondisi rumah yang mungkin lebih sering berantakan, karena penghuninya mulai dilanda kejenuhan.

Shock, mungkin itulah dirasakan banyak pihak di awal pandemi. Korban yang terus berjatuhan, perekonomian terpuruk, pendidikan yang tidak berjalan normal memaksa setiap keluarga beradaptasi dengan  cepat. Sementara kapan pandemi berakhir, kita tidak ada yang tahu. Yang dapat kita lakukan adalah secepat mungkin beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang baru agar keluarga tetap survive selama pandemi. Syukur-syukur jika dalam proses adaptasi itu kita menangkap peluang-peluang yang dapat membuat keluarga kita semakin kokoh dan berdaya.

PHBS

Ini adaptasi yang harus cepat kita jadikan budaya di keluarga. Membiasakan mencuci tangan, mengganti baju setelah bepergian, rajin olah raga hingga mengkonsumsi makanan yang sehat dan halal. Termasuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan saat harus keluar rumah.

Kelola Keuangan Keluarga

Tak ada yang menginginkan wabah, termasuk dampak yang diakibatkan olehnya. Namun realitanya, semua terdampak oleh pandemi ini. Termasuk kondisi ekonomi keluarga. Bisa jadi sebagian keluarga di Indonesia mengalami kondisi ekonomi yang tidak baik akibat pandemi. Maka beradaptasi dengan kondisi ekonimo keluarga pun harus dilakukan. Berat memang, tapi kita harus bisa survive melewati masa krisis ini bersama-sama.

Pilah kebutuhan-kebutuhan yang tidak mendasar. Tunda kebutuhan sekunder dan tersier. Mulai berkreasi dengan menu-menu ramah di kantong dengan tetap memperhatikan kondisi gizi. Bagaimanapun imunitas harus tetap terjaga agar anggota keluarga sehat. Dan jika memungkinkan carilah sumber-sumber penghasilan baru yang bisa dilakukan selama pandemi.

Kerjasama dengan Anggota Keluarga

Kerjasama yang baik dengan anggota keluarga sangat dibutuhkan di masa krisis seperti ini. Saling memahami, saling support termasuk saling mengingatkan untuk selalu melakukan ikhtiar demi kebaikan seluruh anggota keluarga.

Istri memahami suami, suami mengerti kondisi istri, orang tua memahami anak, anak pun mengerti kondisi orang tua. Semua saling bahu-membahu menguatkan agar keluarga tetap kokoh dan survive melewati masa wabah ini. 

Seluruh anggota keluarga dapat berbagi peran untuk meringankan tugas anggota lainnya. Kakak membantu tugas sekolah adik, anak membantu pekerjaan rumah, istri membantu mencari tambahan penghasilan, suami membantu meringankan pekerjaan istri. Semua dapat disesuaikan dengan kondisi keluarga masing-masing.

Penyesuaian Standar

Kita berada dalam kondisi tidak normal, maka standar dan tuntutan normal yang biasa kita tuntut kepada anggota keluarga harus disesuaikan. Seperti kebiasaan keluar rumah, pola belajar di rumah, pekerjaan yang tiba-tiba pindah ke rumah ataupun kondisi lain yang membuat ketidaknyaman muncul.

Penyesuaian standar ini perlu dilakukan agar masing-masing anggota keluarga tetap “waras” dan bahagia menjalani masa-masa baru ini. Harapnnya, stress berkurang dan imunitas anggota keluarga tetap terjaga.

Peka Kondisi Sosial Sekitar

Meski sama-sama terdampak, bisa jadi di sekitar banyak yang kondisinya lebih memprihatinkan dari kita. Ini dapat menjadi momen menyambungkan yang berpunya dengan yang membutuhkan. Atau mempertemukan orang-orang yang saling membutuhkan sehingga terjadi kerjasama yang menguntungkan. 

Pedagang yang kekurangan pelanggan kita fasilitasi agar bertemu dengan pembeli yang ingin tetap aman selama bertransaksi. Petani yang sayurnya melimpah namun kesulta menjual, kita pertemukan dengan ibu-ibu rumah tangga yang ingin mendapatkan sayur dengan harga terjangkau. Selalu ada celah untuk membantu, sesuai dengan kadar kita masing-masing.

Pelajari Banyak Hal

Sebagain besar keluarga merasa banyak waktu luang selama wabah terjadi. Mari manfaatkan waktu tersebut untuk melakukan hal yang bermanfaat. Teknologi yang ada memudahkan kita memeplajari banyak hal hanya dari genggaman gawai. Siapa tahu, ada peluang yang dapat kita manfaatkan dari proses belajar tersebut.

Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

Apa yang terjadi saat ini, pasti ada campur tangan Allah di dalamnya. Sebagai kaum yang mengimani takdir, kita percaya bahwa setiap kejadian akan membawa hikmah untuk semua. Setelah ikhtiar maksimal kita lakukan, tawakkal adalah penyempurnanya. 

Momen pandemi ini adalah momen kontemplasi kita bersama keluarga untuk semakin banyak mengisi waktu dengan kebaikan. Ibadah bersama, belajar bersama, ngobrol dan bercanda bersama yang bisa jadi jarang bisa kita lakukan saat kondisi normal. 

Mari berdoa dan memohon kepada Allah agar mengangkat pandemi ini dari muka bumi. Karena saya, keluarga dan kita semua sudah ingin kembali dapat saling berjabat tangan, berpelukan dan beramal bersama seperti dulu lagi. Kita yakin, Indonesia bisa melewati pandemi ini, dengan izin Allah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Informasi Terbaru

e-Newsletter Gapura Keadilan Edisi Juni 2020

Untuk mendapatkan e-Newsletter Gapura Keadilan Edisi Juni 2020 silakan klik tautan berikut. e-Newsletter Gapura Keadilan Edisi Juni 2020

Mari Beradaptasi, Agar Keluarga Kokoh di Tengah Pandemi

Oleh : Lina Ariyani, S.Si., Apt. Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPW PKS JAWA TIMUR   Tak terasa sudah lebih dari lima bulan gelombang wabah melanda...

PKS Jatim Minta Kader dan Masyarakat Adaptasi Kebiasaan Baru

  SURABAYA (27/6) Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Timur meminta masyarakat untuk meningkatkan disiplin dalam menaati protokol kesehatan agar tercegah dari...

Amin Sesalkan Kemendag yang Terburu Cabut Larangan Ekspor APD

Anggota Komisi VI dari Fraksi PKS, Amin Ak menyesalkan dicabutnya larangan ekspor masker dan alat pelindung diri (APD) oleh Kementerian Perdagangan yang terkesan terburu-buru....

PKS All Out Ciptakan Irama Sendiri di Pilbup Trenggalek

TRENGGALEK - Tak ingin larut dalam irama dua partai besar di Trenggalek, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bakal menciptakan irama sendiri pada Pemilihan Bupati dan...