Bulan November merupakan bulan penguatan keluarga. Hal ini karena dalam bulan itu ada momentum hari Ayah. Untuk momentum spesial itu, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPW PKS menggelar kegiatan yang menguatkan keluarga.
Hal itu disampaikan Lina Ariani, Ketua BPKK PKS Jatim. Menurutnya, ada satu momentum untuk mengasah menguatkan fungsi keluarga melalui peran ayah. Momentum itu ada karena setiap 12 November diperingati sebagai Hari Ayah.
Karenanya, ia menyampaikan ada beberapa kegiatan yang khusus dihadirkan BPKK di hari ayah, yaitu Gelar doa untuk ayah dari ananda, podcast tentang peran ayah dan pemberian bingkisan spesial untuk ayah-ayah tangguh.
“Program ini dilaksanakan oleh BPKK DPW PKS melalui program Rumah Keluarga Indonesia atau yang kami singkat dengan RKI,” katanya menjelaskan.
Lina kemudian menyebut bahwa rangkaian kegiatan dengan tema ‘Sejuta Cinta untuk Ayah’ ini digelar untuk mengingatkan kembali pada para ayah bahwa perannya sangat penting dalam keluarga, khususnya dalam pengasuhan anak.
“Selain itu, kami juga mengapresiasi ayah-ayah tangguh. Ini sebagai dukungan kami kepada para ayah yang dengan berbagai kesibukannya, yang terus ada untuk keluarga dan anaknya,” katanya.
Apresiasi itu, diwujudkan dalam bentuk bingkisan kepada orang-orang yang dianggap sebagai ayah yang tangguh, yang diberikan pada 11 November 2021 lalu.
Dalam momentum itu, PKS Jatim dibantu pengurus BPKK DPD PKS Sidoarjo memberikan apresiasi kepada 3 orang ayah di Sidoarjo.
Pertama, kepada Munib Subkhan, warga Porong Sidoarjo, seorang ayah yang juga palatih atlet cabang olah raga sepatu roda nasional. Selain sebagai pelatih atlet sepatu roda, Munib juga membuka usaha bengkel cat mobil dan sepeda motor.
Apresiasi kedua diberikan kepada Jumadi, seorang pengusaha bengkel mobil dan produksi rangka spring bed di Sidoarjo yang sukses dalam usahanya meski hanya lulusan SMP yang menurunkan berbagai nilai kebaikan untuk anak-anaknya.
Berikutnya kepada Iswan, tokoh masyarakat yang kini menjadi lurah selama 3 periode di Desa Lujuk selama 3 periode. Yang sangat sibuk mengurusi warga tapi tidak meninggalkan keluarga.
“Ketiga orang ini, adalah orang-orang luar biasa, sibuk tapi selalu ada untuk anak-anaknya,” katanya.
Kegiatan BPKK di hari ayah, selain memberikan apresiasi untuk ayah, juga menggelar podcast bersama seorang penulis buku ‘Bukan Sekadar Ayah Biasa’ dan pimpinan beberapa perusahaan, Misbahul Huda.

Dalam podcast pada 13 November 2021 itu membahas tentang bagaimana peran ayah dalam keluarga. Misbahul Huda mengingatkan bahwa peran ayah bukan hanya ada di sektor ekonomi, tapi juga pengasuhan.
“Mengapa nasab ditempelkan ke ayah, bin siapa bin siapa itu bukan gratisan, tapi itu menjelaskan siapa yang nantinya harus bertanggung jawab di hadapan Allah. Artinya ayah justru punya peran besar dalam pengasuhan,” katanya.
Lina yang juga menjadi nara sumber mendampingi Misbahul Huda juga sependapat. Ia mengingatkan para ayah bahwa pengasuhan bukan hanya dilakukan oleh ibu, tapi juga ayah.
“Saya setuju, ayah tidak hanya pahlawan ekonomi tapi juga regenerasi. Banyak kisah, anak kehilangan ayahnya karena hanya hadir sebagai pahlawan ekonomi,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Lina Ariani menyampaikan bahwa PKS Jatim terus memberikan perhatian khusus untuk penguatan keluarga.
“Kami sudah punya 800 lebih konsultan keluarga yang akan mendampingi berbagai permasalahan keluarga-keluarga dan terus bertambah. Selain program itu, dalam waktu dekat, kami juga akan membuat sekolah untuk ayah,” pungkas Lina.{}









