BONDOWOSO- Ketua DPW PKS Jawa Timur punya cara tersendiri untuk memastikan pengurus dan anggotanya punya kontribusi di masyarakat, yaitu dengan mengunjungi satu persatu pengurus partai yang ada di level kecamatan atau DPC.
Hal itu kembali dilakukan oleh Irwan setelah sebelumnya berkunjung ke Kabupaten Situbondo dan Banyuwangi. Sekali kunjungan di kabupaten, belasan titik kecamatan disowani. Kali ini, selama dua hari, Kamis-Jumat (27-28 Oktober 2022), Irwan mengunjungi 8 kecamatan dan mengumpulkan semua pengurus ranting yang ada di kecamatan yang dikunjungi.
“Ini harus saya lakukan untuk memastikan bahwa visi sebagai partai Islam rahmatal lil alamin yang kokoh dan terdepan dalam melayani rakyat dan NKRI sedang dilakukan hingga di level struktur ranting, level yang paling dekat dengan rakyat,” tegasnya.
Dalam kesempatan dua hari itu, kedelapan kecamatan di Bondowoso yang dikunjungi yaitu Kecamatan Klabang, Sukosari, Botolinggo, Prajekan, Cerme, Maesan, Tamanan dan Binakal.
Di depan para pengurus DPC dan DPRa PKS di Bondowoso itu, Irwan bahwa perjuangan PKS membawa nilai-nilai luhur yang patut diperjuangkan.

Menurutnya, kemenangan PKS dalam pemilu adalah kemenangan rakyat. Ia kemudian menyebut bahwa PKS adalah satu-satunya partai yang menolak kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM bersubsidi.
“Ini salah satu sikap tegas PKS. Ini merupakan bukti keberpihakan kami pada masyarakat,” katanya tegas.
PKS, ia melanjutkan merupakan satu-satunya partai oposisi yang kritis terhadap berbagai hal yang memberatkan rakyat.
Menurutnya, PKS satu-satunya partai yang menolak UU Cipta Kerja. PKS juga meminta kepada pemerintah agar berpihak pada petani lokal daripada impor. PKS memperjuangkan penghapusan pajak untuk masyarakat dengan penghasilan di bawah Rp 8 juta per bulan.
Selain itu, Irwan juga menyampaikan 5 pilar untuk meraih kemenangan PKS di pemilu 2024 mendatang.
Lima pilar itu adalah politik silaturahim, politik pemberdayaan, politik gagasan, politik keberpihakan, dan politik kebangsaan.
“Politik silaturahim ini bisa dilakukan dengan memperbanyak silaturahim para tokoh masyarakat, habaib maupun kiai. Harapannya kita bisa meminta nasihat dan doa untuk perjuangan PKS,” katanya.
Sementera politik pemberdayaan adala upaya memberdayakan masyarakat. Ia menyebut selama ini PKS sudah melakukan berbagai program yang tujuannya untuk menguatkan peran dan perokoniman masyarakat.
Politik gagasan, ia menjelaskan sudah dilakukan PKS dan akan terus dilakukan PKS untuk memberi masukan kepada pemerintah dan mengingatkan jika ada kebijakan yang tidak pro rakyat.
“Politik keberpihakan adalah sikap PKS yang berpihak pada rakyat. Sementara politik kebangsaan adalah membangun ikatan dengan semua elemen yang ada di negeri ini agar bersama mewujudkan keadilan dan kesejahteraan. Mohon doanya selalu untuk PKS,” katanya.
Di akhir pertemuannya dengan pengurus DPC dan DPRa di Bondowos, pria 46 tahun itu selalu menegaskan kembali bahwa kehadirannya dalam rangka untuk memastikan struktur PKS di tingkat ranting aktif melayani rakyat.
“Saya berharap semua kontribusi terbaik untuk rakyat untuk NKRI, agar bangsa ini menjadi lebih baik dari hari ke hari,” harap pria yanng pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur selama 2 periode ini.{}









