SURABAYA- Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK) yang digelar PKS akan digelar kembali tahun ini. Sholihan, pemenang LBKK V 2021, berharap PKS terus menggelar kegiatan ini untuk semangati para santri.
Sholihan, pemuda kelahiran Bawean ini, tahun lalu mewakili PKS Jawa Timur untuk bersaing dengan pemenang terbaik LBKK di tingkat provinsi di seluruh Indonesia.
Penampilannya memukau juri. Ia dianggap sangat menguasai materi kitab Fatchul Muin yang dijelaskan. Karena itulah, ia menggondol juara pertama LBKK ke 5 tahun 2021.
Sebagai juara nomor wahid iapun berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebanyak Rp 30 juta dari DPP PKS untuk pemenang pertama di tingkat pusat, Rp 10 juta dari DPW PKS Jatim untuk pemenang pertama di tingkat provinsi dan Rp 1,5 juta untuk pemengan di tingkat dapil.
Mendapatkan pengalaman mengukuti LBKK, Sholihan mengaku mendapatkan anugerah tersendiri.
“Saya merasa sangat senang dengan anugrah yang saya dapatkan . Walaupun kemenangan ini bukanlah awal kali yang saya peroleh, tp saya merasa LBKK di tahun 2021 yg saya ikuti adalah akhir dari pencapaian saya sebab saya tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti lomba itu lagi,” ujarnya.
Ia kemudian memberi pesan bagi peserta LBKK tahun ini untuk mengikuti dengan sungguh-sungguh kegiatan tahunan yang digelar PKS untuk memperingati Hari Santri Nasional ini.
“Saya berharap acara LBKK yang diadakan oleh PKS dikuti oleh teman-teman dengan sungguh-sungguh sebagai kesempatan emas untuk menguji kemampuan dari hasil pembelajaran yang didapatkan selama di pesantren,” tegasnya.
Sholihan kemudian membagikan pengalamannya untuk berjuang menjadi pemenang. Selama 40 hari, Sholihan meninggalkan aktivitas apapun, kecuali membaca Kitab Fatchul Muin.
“Saya tidak keluar kamar dan tidak lepas Fatchul Muin selama 40 hari, untuk persiapan final LBKK,” katanya.
Remaja 22 tahun ini kemudian berharap PKS menggelar LBKK setiap tahunnya, agar terus bisa menyemangati para santri di pondok pesantren.
“Saya berharap LBKK PKS ini diadakan secara terus-menerus setiap tahun untuk memicu semangat temen-temen santri yang ada di pesantren,” harap alumnus Ponpes Mambaul Falah Bawean ini.{}









