DPW PKS Jawa Timur membidik peluang untuk mengusung kader sebagai wali kota dan bupati di sejumlah daerah pada momentum politik mendatang.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Pleno DPW bersama Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) dan Ketua DPD PKS se-Jawa Timur yang digelar di Kantor DPW PKS Jatim, Surabaya, Kamis (26/2/2026).
Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, menegaskan bahwa konsolidasi ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis membaca peluang politik pasca dinamika Pilkada dan perubahan regulasi kepemiluan.
“Momentum ini harus kita manfaatkan. Ada peluang-peluang yang bisa kita perjuangkan agar kader PKS bisa tampil sebagai kepala daerah, baik wali kota maupun bupati,” ujar Bagus dalam arahannya.
Menurutnya, sejumlah daerah mulai dipetakan sebagai wilayah potensial. Di antaranya Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Batu, Madiun, Ponorogo, Trenggalek, Magetan hingga Jember. Evaluasi hasil Pemilu dan Pilkada sebelumnya menjadi dasar untuk menentukan langkah penguatan struktur dan elektabilitas kader.
Bagus menjelaskan, perubahan dinamika politik nasional, termasuk putusan Mahkamah Konstitusi yang berdampak pada konfigurasi pencalonan kepala daerah, membuka ruang lebih luas bagi partai untuk menyiapkan kader terbaiknya.
“Kalau kita serius menyiapkan dari sekarang, insyaAllah akan ada kader yang bisa pecah telur di eksekutif,” tegasnya.
Dalam pleno tersebut, DPW juga menekankan pentingnya sinergi antara struktur wilayah dan daerah. Ketua DPD dan MPD diminta memperkuat komunikasi politik, membangun koalisi strategis, sekaligus meningkatkan kerja-kerja pelayanan masyarakat agar elektabilitas partai semakin kokoh.
Selain itu, pembentukan Dewan Pakar dan Dewan Penasihat di tingkat daerah juga menjadi perhatian. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kualitas kebijakan dan kesiapan kader jika dipercaya memimpin pemerintahan daerah.
Bagus menambahkan, target penguatan eksekutif berjalan seiring dengan konsolidasi legislatif. Kekuatan kursi DPRD di tiap kabupaten/kota harus menjadi pijakan awal untuk memperbesar peluang mengusung calon kepala daerah.
“Kerja politik tidak bisa instan. Kita harus menggemburkan tanahnya, merawatnya, baru kemudian menuai hasilnya,” ujarnya.
Rapat pleno ini menjadi penanda dimulainya fase konsolidasi lanjutan PKS Jawa Timur, dengan fokus memperluas peran politik tidak hanya di legislatif, tetapi juga di eksekutif daerah. Dengan soliditas struktur dan kesiapan kader, PKS Jatim optimistis dapat merebut peluang kepemimpinan di sejumlah kabupaten/kota pada kontestasi mendatang.{}









